SENDAWAR, Infokubar.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus menggenjot promosi komoditas unggulan daerah melalui Festival Durian 2026 yang digelar meriah dan menyedot antusiasme masyarakat. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga strategi memperkuat posisi Kubar sebagai salah satu sentra durian berkualitas di Kalimantan.
Sambutan Bupati Kutai Barat dalam kegiatan tersebut dibacakan oleh Wakil Bupati, H. Nanang Adriani. Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan durian lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Semoga dengan dilaksanakannya Festival Durian ini, ke depan dapat semakin memperkuat posisi Kabupaten Kutai Barat sebagai salah satu daerah penghasil durian unggul yang berkualitas, berdaya saing, dan semakin dikenal hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini pula, kita harapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Festival tahun ini dikemas lebih variatif dengan berbagai lomba, mulai dari lomba durian unggul, lomba makan durian, lomba fashion show anak-anak, hingga lomba kuliner berbahan dasar durian. Panitia juga menyiapkan sebanyak 1.350 buah durian untuk dinikmati gratis oleh masyarakat dalam kegiatan makan durian bersama.
Durian yang disajikan berasal dari berbagai wilayah di Kutai Barat, antara lain Geleo hingga Intu Lingau. Seluruhnya merupakan hasil lokal yang dikenal memiliki cita rasa khas serta kualitas yang mampu bersaing.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, menegaskan bahwa Festival Durian merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi unggulan.
“Festival ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga upaya mempromosikan durian sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya kepada infokubar.id.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM. Selain itu, festival juga menjadi wadah interaksi antara produsen dan konsumen, sekaligus membuka peluang investasi berbasis potensi lokal. Bahkan Kampung Sukomulyo sudah dicanangkan menjadi agrowisata sebagai Kampung Durian.
Melalui festival tahunan ini, pemerintah berharap durian Kutai Barat semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)



