Babi Ternak Mati Mendadak, Virus ASF Sudah Masuk Kubar?

  • Bagikan

SENDAWAR, infokubar.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tengah dibuat resah. Beredar informasi belasan ternak babi yang dikabarkan mati mendadak di salah satu kampung di kabupaten Beradat ini.

Dari informasi yang beredar, ada kemungkinan virus demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF) saat ini sudah masuk ke wilayah Kubar dan juga Mahakam Ulu (Mahulu). Kemungkinan itu diperkuat karena beberapa hari lalu di Mahulu diketahui telah banyak hewan ternak babi yang mengalami hal serupa.

“Ada informasi belasan ekor hewan ternak babi yang mati mendadak di Mahulu. Kemudian dapat laporan juga bahwa di sini (Kubar) juga terjadi,” ujar Kepala Distan Kubar, Petrus melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah dilansir Siberkaltim.id – jaringan Infokubar pada Kamis (02/09) kemarin.

Belasan ekor hewan ternak yang mati mendadak tersebut diketahui berlokasi di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan yang tidak begitu jauh dari Sendawar, pusat ibu kota kabupaten. Oleh karena itu, Distan Kubar pun segera berkoordinasi untuk turun ke lapangan dan mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium Provinsi agar bisa segera diperiksa.

“Besok (Jumat) tim akan turun ke sana untuk ambil sampelnya,” ucapnya.

Kemungkinan virus tersebut menjangkiti hewan ternak di wilayah Kubar memang sangat dikhawatirkan. Apalagi saat ini Kubar juga sedang mengembangkan sentra peternakan babi. Sehingga sangat besar resikonya untuk hewan ternak babi ini mati mendadak jika memang virus tersebut memang sudah ada di Kubar.

“Memang ini tidak berpengaruh pada manusia dan hewan lain. Tapi jika terjangkit di hewan ternak babi lainnya maka sentra peternakan babi di sini bisa habis semua. Apalagi untuk hewan ternak babi ini memang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat disini,” jelasnya.

Untuk itu, upaya lain yang dilakukan oleh Distan Kubar selama menunggu hasil pemeriksaan sampel adalah memberikan injeksi antibiotik pada hewan ternak di sekitar lokasi tersebut. Selain itu, akan menelusuri lagi penyebab bagaimana hewan ternak tersebut bisa mati mendadak.

“Awal mulanya kan ini kejadian ini di Berau, kemudian Kutim dan sekarang Mahulu juga. Kalau di Berau itu sudah positif ASF. Yang kita khawatirkan bahwa virus ini dikarenakan peternak ada membeli bibit hewan yang terjangkit. Mungkin karena murah dan tidak tau,” tandas Sapriansyah. (yan/man)

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: