SENDAWAR, Infokubar.id — Sorak sorai penonton dan semangat pemain menandai dimulainya Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Kutai Barat 2025 di Stadion Swalas Gunaaq, Barong Tongkok, Selasa (10/11/2025). Turnamen bergengsi yang dihelat Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani.
Gelaran tahun ini mengusung tema “Dekati Sepak Bola, Jauhi Narkoba”, sebagai kampanye positif bagi generasi muda agar menyalurkan energi lewat olahraga, bukan narkotika.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyebut bahwa Bupati Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang mempererat silaturahmi dan menyalurkan bakat muda sepak bola di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Ia juga mengingatkan agar seluruh pemain menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama turnamen berlangsung.
“Turnamen ini menjadi wadah pembinaan sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga dan karakter generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kutai Barat sekaligus Ketua Panitia Turnamen, Teddy Rakhmat, menyebutkan sebanyak 25 tim siap berlaga memperebutkan trofi bergengsi tahun ini.
Rinciannya, 16 tim kategori putra dan 9 tim kategori putri, yang berasal dari seluruh kecamatan di Kutai Barat.
“Turnamen ini hasil kolaborasi antara Pemkab Kutai Barat melalui Dispora dan BNK. Kami ingin menegaskan pesan positif kepada anak muda lebih dekat dengan olahraga, jauhi narkoba,” jelas Teddy.
Laga pembuka mempertemukan Kesebelasan Kecamatan Siluq Ngurai kontra Kecamatan Melak, menjadi sajian perdana yang memanaskan atmosfer Stadion Swalas Gunaaq. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal, menunjukkan tekad kuat untuk membuka perjalanan turnamen dengan kemenangan.
Selama sepekan ke depan, Bupati Cup 2025 akan menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola Kutai Barat. Masyarakat diharapkan turut menjaga ketertiban, mendukung tim kebanggaannya, dan ikut meramaikan semangat sportivitas yang menyala di setiap pertandingan.
Turnamen tahunan ini bukan hanya tentang perebutan gelar, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan kebanggaan daerah. Dari lapangan hijau inilah, bibit-bibit atlet sepak bola lokal diharapkan lahir dan mengharumkan nama Kutai Barat di level yang lebih tinggi. (*)



