InfoKubar

Lou Bentian, Ruang Kebersamaan dan Penjaga Tradisi
Dayak Bentian

KEHADIRAN Lou Bentian, rumah panjang khas Suku Dayak yang menjadi representasi 9 kampung di Kecamatan Bentian Besar, menunjukkan perannya
sebagai ruang kebersamaan masyarakat. Berbagai kegiatan telah digelar, termasuk pertemuan
antar kampung, mulai dari beragam pelatihan, kegiatan keagamaan, seni dan budaya, hingga
acara pernikahan. Terbaru, Lou Bentian menjadi tempat musyawarah antara para tokoh adat
dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diadakan pada April 2026.

Sebagai simbol persatuan masyarakat Bentian, Lou Bentian hadir bukan sekadar bangunan
fisik, melainkan ruang hidup yang merepresentasikan identitas, tradisi, dan semangat gotong royong. Kehadirannya membuka ruang interaksi yang mempererat hubungan antar warga, sekaligus menjadi wadah berkumpul lintas generasi. Dengan berbagai peran tersebut, Lou Bentian menjelma menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan.

Pembangunan Lou Bentian yang dimulai pada 2012 mendapat dukungan dari PT Trubaindo Coal Mining (TCM). Setelah diresmikan pada 2021, rumah adat yang memiliki 9 kamar sebagai simbolisasi 9 kampung di Bentian Besar itu memasuki tahap pengembangan dan pendampingan. Di tahap ini, selain dari TCM, dukungan juga diberikan oleh anak-anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) di area Melak lainnya, yaitu, PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Tepian Indah Sukses (TIS).

Tak pelak, Ketua Pokdarwis dan tokoh Masyarakat Bentian AKP (Purn) Lorensius mengapresiasi keberadaan Lou Bentian, “Kami berterima kasih atas inisiatif ITM melalui anak usahanya TCM, BEK, TIS membangun Lou Bentian dan mendorong pemberdayaan sarana ini untuk pengembangan dan pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Bentian khususnya dan Kutai Barat pada umumnya. Semoga inisiatif ini juga dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan kami sebagai masyarakat adat,” pungkas Lorensius.

Lou Bentian mengusung konsep rumah panjang khas Suku Dayak dengan bangunan sepanjang 50 meter yang berdiri kokoh di atas tiang-tiang kayu ulin. Struktur rumah panjang ini ditopang sekitar 300 pilar kayu ulin, material yang dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan tinggi. Ruang utamanya dirancang luas dan terbuka agar mampu mengakomodasi beragam
aktivitas komunal, sementara detail ornamen tradisional memperkuat identitas budaya yang
melekat pada bangunan tersebut.

Lou Bentian dibangun atas aspirasi para pemangku adat yang memandang pentingnya menghadirkan kembali ruang komunal yang telah lama menjadi bagian dari tradisi dan karakter masyarakat Suku Dayak Bentian. Kehadirannya diharapkan terus menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan arsitektur khas rumah panjang dan nilai historis yang melekat, Lou Bentian diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Tidak hanya sebagai simbol budaya, Lou Bentian juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kebersamaan serta
mendorong tumbuhnya berbagai inisiatif positif bagi warga Bentian Besar dan sekitarnya. (*)

Sekilas Tentang PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM)

PT Trubaindo Coal Mining (TCM) merupakan anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), salah satu perusahaan energi Indonesia dengan lingkup usaha terintegrasi yang meliputi pertambangan, jasa energi, serta energi terbarukan. ITM memproduksi batubara termal dengan kualitas yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai negara, serta terlibat dalam kegiatan perdagangan batubara untuk bisnis jasa energi.

Sejalan dengan arah transformasinya, ITM terus mengembangkan portofolio bisnisnya pada sektor energi terbarukan dan mineral strategis, serta terus melakukan inovasi untuk menciptakan operasional bisnis yang lebih bertanggung jawab. ITM berupaya untuk menghadirkan energi yang cerdas dan ramah lingkungan, dapat diandalkan, dan terjangkau.

Hal ini sejalan dengan komitmen ITM untuk menyelaraskan aktivitas bisnisnya dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), pembangunan berkelanjutan, serta penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Bagikan ke
Exit mobile version