SENDAWAR, Infokubar.id — Suasana jelang HUT ke-26 Kutai Barat mulai terasa di Kecamatan Muara Lawa. Tidak hanya sekadar bersiap untuk perayaan adat tahunan, pemerintah kecamatan justru menjadikan momentum ini sebagai ajang memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen membangun kampung.
Camat Muara Lawa, Edy Murhamdi, menegaskan bahwa seluruh persiapan menyambut Dahau berjalan lancar berkat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik pemerintah kampung, lembaga adat, maupun masyarakat. Ia memastikan pelaksanaan Dahau kali ini mendapat perhatian serius dari pihaknya.
“Pada prinsipnya pemerintah kecamatan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Dahau. Kami telah mengalokasikan dana sebesar seratus juta rupiah untuk persiapan dan kelengkapan kegiatan,” ujar Edy saat ditemui, Selasa (21/10/2025).
Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembentukan 150 personel yang akan tampil dalam kegiatan pembacaan rekor MURI, hingga kelengkapan atribut seperti pakaian adat, perlengkapan upacara, dan sarana transportasi bagi peserta dari kampung menuju lokasi acara.
“Dari delapan kampung di wilayah Muara Lawa, masing-masing mengirim sepuluh peserta, jadi total ada delapan puluh orang. Ditambah lagi perwakilan lembaga adat dan personel dari kecamatan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada kegiatan seremoni, pihak kecamatan juga menata lingkungan agar nuansa Dahau lebih terasa. Beragam baliho, umbul-umbul, dan hiasan khas lokal kini mulai terpasang di titik strategis.
“Kami ingin nuansa Dahau terasa hingga ke kampung. Ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk kebanggaan bersama,” tutup Edy.
Bagi masyarakat Muara Lawa, Dahau bukan sekadar pesta rakyat. Ia menjadi simbol persatuan dan identitas budaya yang mengikat antara generasi muda dan para tetua adat. Di balik kemeriahan dan warna-warni tradisi, terselip pesan mendalam tentang gotong royong, pelestarian kearifan lokal, serta tekad bersama membangun kampung menuju kemajuan yang berkelanjutan. (Adv/Diskominfo Kubar)
