InfoKubar

Pansus DOB Benua Raya Kebut Kajian, Jempang Kandidat Kuat Calon Ibu Kota

SENDAWAR, Infokubar.id — Upaya pemekaran wilayah melalui pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya di Kabupaten Kutai Barat terus bergerak maju. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kubar kini tengah merampungkan rangkaian kajian lapangan sebagai dasar penyusunan rekomendasi resmi.

Sejumlah kecamatan telah disambangi untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kesiapan wilayah. Wakil Ketua II DPRD Kubar yang juga Ketua Pansus DOB Benua Raya, Sepe Martinus, menyebutkan investigasi telah dilakukan di Kecamatan Muara Lawa, Siluq Ngurai, Jempang, Bongan, dan Penyinggahan. Sementara Bentian Besar masih menunggu penjadwalan melalui Badan Musyawarah (Bamus).

“Untuk Muara Pahu belum bisa kami masuki karena ada permintaan agar pansus membawa tenaga ahli. Itu kami nilai tidak sesuai, karena tugas kami adalah melakukan investigasi, bukan membawa tim ahli,” ujarnya kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

Sepe menjelaskan, setelah seluruh kunjungan lapangan rampung, pansus akan menggelar rapat bersama tim DOB Benua Raya guna mengulas hasil kajian secara komprehensif. Termasuk di dalamnya menentukan status Kecamatan Muara Pahu dalam cakupan wilayah DOB.

Hasil sementara menunjukkan dukungan masyarakat terhadap rencana pemekaran tergolong sangat tinggi. Antusiasme itu bahkan disampaikan secara penuh oleh sebagian warga di beberapa kecamatan.

“Secara umum masyarakat mendukung, bahkan ada yang menyampaikan dukungan sampai seribu persen,” katanya.

Selain dukungan sosial, tim DOB juga terus mengumpulkan kelengkapan administratif mulai dari tingkat kampung hingga kecamatan sebagai syarat pembentukan daerah baru.

Terkait lokasi ibu kota, Kecamatan Jempang dinilai menjadi kandidat paling ideal. Pertimbangan utama terletak pada posisi geografisnya yang berada di tengah wilayah cakupan DOB, sehingga dinilai lebih representatif dibanding daerah lain.

“Jempang posisinya di tengah, sehingga lebih ideal. Kalau di Bongan memang dekat dengan IKN, tapi jauh dari wilayah lain seperti Bentian dan Siluq Ngurai,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi yang disiapkan untuk calon ibu kota juga dinilai memiliki potensi pengembangan ke depan.

Dari sisi ekonomi, kawasan yang masuk dalam rencana DOB Benua Raya dianggap memiliki sumber daya yang cukup untuk menopang kemandirian daerah. Potensi tersebut meliputi sektor pariwisata, perikanan berbasis danau, perkebunan, hingga pertambangan di wilayah Bentian dan Muara Lawa yang berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ke depan, pansus akan menyempurnakan seluruh hasil kajian sebelum dibawa ke rapat paripurna DPRD Kubar untuk direkomendasikan kepada pemerintah daerah. Adapun keputusan lanjutan terkait pembentukan DOB sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. (*)

Bagikan ke
Exit mobile version