SENDAWAR, Infokubar.id – Sebagai bentuk keseriusan dan konsen pelayanan di bidang KB yang berkualitas serta kegiatan fisik dan non fisik, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kutai Barat (Kubar) bekerjasama dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Kaltim pada tahun 2024 ini.
Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan MoU antara DP2KBP3A Kubar dan BKKBN Kaltim pada April 2024 lalu.
Kepala DP2KBP3A Kubar, Sukwanto mengatakan, MoU itu dilakukukan sebagai upaya Pemkab Kubar agar target percepatan penurunan stunting dapat tercapai, baik di Kalimantan Timur maupun di Kubar.
“Oleh karena itu kita harapkan semua stakeholder atau perangkat daerah terkait agar saling bahu-membahu melakukan kegiatan untuk pencegahan dan penurunan stunting di Kubar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pentingnya peranan banyak pihak yakni dengan menggandeng sektor swasta, dan semua pihak non pemerintah untuk bersama-sama membantu dalam upaya penurunan stunting di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Tidak kalah pentingnya peran serta dan dukungan seluruh elemen masyarakat, keluarga pada umumnya dananya komunitas masyarakat di kampung kelurahan bisa bekerja sama melakukan upaya pencegahan stunting dan juga penurunan angka stunting,” ajak Sukwanto.
Keseriusan pihaknya dalam menekan kasus stunting dibuktikan dengan meraih penghargaan apresiasi terbaik realisasi DAK Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) selama tiga tahun berturut.
Di antaranya yakni meraih terbaik I (satu) realisasi anggaran di tahun 2021 dan 2022. Kemudian, Terbaik II (dua) realisasi DAK BOKB tahun 2023 Kubar mencapai 96,88 persen dari total anggaran Rp 4 miliar lebih. Sehingga pada tahun 2024 ini, Kutai Barat menerima DAK BOKB cukup besar, yakni di angka Rp 6,4 Miliar dan nantinya digunakan untuk melanjutkan kegiatan non fisik di seluruh kampung dan kelurahan yang ada di Kubar.
Selain itu, pihaknya juga melakukan kegiatan pembangunan gedung penyuluh KB di Kecamatan Penyinggahan, serta pembelian alat laparoscopy senilai Rp 1,3 Miliar. Termasuk kegiatan lain untuk prioritas penurunan stunting di 4 kelurahan dan 190 kampung yang tersebar di 16 Kecamatan se Kutai Barat. (Adv/Diskominfo Kubar)
Penulis | Editor : Lukman Hakim



