SENDAWAR, Infokubar.id — Taman Budaya Sendawar menjadi saksi perayaan penuh makna saat Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Rabu (5/11/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat provinsi, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati area perayaan.
Dalam suasana khidmat, Bupati menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kutai Barat sejak terbentuk pada 5 November 1999. Ia mengingatkan pentingnya memaknai perjuangan para pendiri daerah yang telah berjuang membawa aspirasi rakyat agar memiliki pemerintahan yang mandiri dan berkeadilan.
“Jas Merah, Jangan Melupakan Sejarah. Hari ini merupakan momen bersejarah bagi seluruh masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman, karena tepat 26 tahun lalu Kutai Barat resmi terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999,” ujar Bupati.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan penghormatan khusus kepada para perintis daerah, termasuk almarhum Ismail Thomas yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Dengan penuh perjuangan bersama 15 pendiri lainnya, mereka gigih mendirikan kabupaten. Semoga jasa dan pengabdian mereka menjadi amal kebaikan yang abadi serta menjadi inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya.
Mengangkat tema “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya Sempekat, Bersama, Kita Pasti Bisa” Bupati menegaskan bahwa nilai Sempekat atau kebersamaan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.
“Sempekat bukan hanya sekadar kata, tetapi falsafah hidup masyarakat Kutai Barat yang berarti bersatu hati dalam kebersamaan. Nilai budaya ini harus terus dilestarikan dan menjadi identitas diri kita,” tambahnya.
Selama 26 tahun, Pemkab Kutai Barat terus berkomitmen menjalankan visi “Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil merata, dan beradat.” Komitmen itu diwujudkan melalui lima fokus utama pembangunan, mulai dari peningkatan SDM, penguatan ekonomi rakyat, hingga reformasi birokrasi dan pelestarian budaya.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Semangat Sempekat inilah yang mengikat kita semua,” tegas Bupati.
Perayaan HUT ke-26 ini juga menjadi momentum istimewa dengan pemecahan Rekor MURI untuk kategori Pria Terbanyak Memakai Kesapuuq dan Wanita Terbanyak Memakai Tudungq, disusul dengan tari kolosal oleh 700 penari, defile dari 16 kecamatan, serta parade budaya Nusantara yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi masyarakat Kutai Barat.
Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Kapolda Kaltim Irjen Endar Apriantono, Pangdam VI/Mulawarman TNI Rudy Rachmat Nugraha, Sekretaris Daerah Kutai Barat Ayonius, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai beserta jajaran, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda serta tamu undangan.
Acara berlangsung meriah dan sarat makna, menegaskan tekad pemerintah bersama masyarakat untuk terus menjaga harmoni, memperkuat semangat kebersamaan, dan melangkah menuju Kutai Barat yang semakin maju dan berdaya saing. (Adv/Diskominfo Kubar)



