InfoKubar

Wabup Nanang Dorong Petani Kutai Barat Serap Inovasi di PENAS XVII Gorontalo

GORONTALO, Infokubar.id — Di tengah riuh pertemuan akbar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani memilih berada di antara kontingen daerahnya, menyampaikan pesan yang sederhana namun tegas, “kesempatan belajar di Pekan Nasional (PENAS) tidak boleh berlalu sia-sia.”

Sebanyak 78 peserta dari Kutai Barat mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Bagi pemerintah daerah, keikutsertaan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor pertanian di Tanaa Purai Ngeriman.

Nanang yang hadir bersama istri tampak menyatu dengan para petani, penyuluh, hingga pelaku usaha yang menjadi bagian dari kontingen. Di sela kegiatan, ia menekankan pentingnya menjadikan PENAS sebagai ruang belajar langsung dari daerah lain yang lebih maju dalam inovasi pertanian.

“PENAS ini merupakan ajang yang sangat baik untuk belajar. Ambil ilmunya, pelajari teknologi yang ditampilkan dalam gelar teknologi pertanian, kemudian ketika kembali ke Kutai Barat dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nanang.

Ia menilai, forum nasional tersebut bukan hanya ruang seremonial, tetapi juga tempat bertemunya pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dari berbagai daerah. Dari situ, kata dia, petani Kutai Barat dapat memperluas cara pandang terhadap pengembangan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat S. Alexander Samson mengatakan, pengiriman kontingen ke PENAS telah menjadi agenda rutin daerah. Pemerintah daerah, kata dia, secara konsisten melibatkan petani, penyuluh, pelaku usaha, hingga pendamping dalam setiap gelaran nasional tersebut.

Menurut Samson, PENAS merupakan forum terbesar petani dan nelayan di Indonesia yang mempertemukan pelaku utama sektor pertanian dengan pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha dalam satu ruang pembelajaran.

“Di sini para petani dapat saling bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi yang telah berhasil diterapkan di daerah lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan pertanian saat ini tidak lagi sebatas produksi, tetapi juga mencakup kemampuan manajerial, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar.

Di balik rangkaian kegiatan itu, kehadiran Wakil Bupati menjadi penekanan tersendiri bagi kontingen Kutai Barat. Nanang tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi ikut memastikan peserta benar-benar memanfaatkan forum nasional tersebut sebagai ruang penguatan kapasitas.

Pesan itu kembali ia tekankan di hadapan peserta, dengan nada yang lebih personal seolah mengingatkan bahwa perjalanan jauh ke Gorontalo harus membawa pulang sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman.

Sementara itu, di bawah koordinasi Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kutai Barat sekaligus Ketua Kontingen Rosa Ngeruk, sebanyak 78 peserta dibagi dalam tiga unsur, terdiri dari peserta utama, pendamping, dan peninjau. Mereka menempati empat rumah warga di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto.

Skema pemondokan bersama warga lokal itu menjadi salah satu ciri khas PENAS yang menurut Rosa memperkuat interaksi sosial antar peserta dari berbagai daerah.

Selama pelaksanaan, kontingen Kutai Barat mengikuti sejumlah agenda seperti Rembug KTNA Nasional, temu teknologi, temu usaha agribisnis, hingga berbagai forum diskusi dan demonstrasi inovasi pertanian.

Selain itu, Kutai Barat juga mewakili Kalimantan Timur dalam lomba Gita Nusantara melalui cabang paduan suara dan solo vokal yang telah dipersiapkan sejak awal tahun.

Rosa menyebut keikutsertaan itu bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga upaya menunjukkan identitas daerah di tingkat nasional.

Namun, di antara seluruh agenda tersebut, benang merah yang terus dijaga tetap sama: bagaimana pengalaman di Gorontalo dapat kembali ke Kutai Barat dalam bentuk pengetahuan, jejaring, dan inovasi yang bisa diterapkan di lapangan.

Nanang berharap, kepulangan kontingen nanti tidak hanya membawa cerita perjalanan, tetapi juga gagasan yang benar-benar hidup di sektor pertanian daerah.

Di Gorontalo, PENAS XVII menjadi ruang pertemuan besar petani Indonesia. Bagi Kutai Barat, ia sekaligus menjadi ruang belajar yang dipimpin oleh satu pesan yang terus diulang Wakil Bupati, “pulang dengan ilmu, bukan sekadar pengalaman.” (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan ke
Exit mobile version