SENDAWAR, Infokubar.id — Agenda Penguatan Demokrasi Daerah kembali digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, menghadirkan materi seputar hak dan kewajiban pasar serta dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Barong Tongkok, Minggu (21/12/2025), disambut antusias oleh peserta dari berbagai kelompok usia.
Dalam pemaparannya, Yonavia menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pasar sangat penting untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat.
“Pasar dan dunia usaha adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Kalau masyarakat paham hak dan kewajibannya, maka kegiatan ekonomi akan berjalan lebih adil,” ujarnya.
Ia menguraikan dinamika pasar yang terus berubah seiring perkembangan teknologi, regulasi pemerintah, serta fluktuasi ekonomi. Berbagai jenis pasar mulai dari persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, hingga pasar modern dan virtual disebutnya menjadi ruang yang menuntut masyarakat untuk adaptif.

Materi kemudian dilanjutkan oleh narasumber pembicara, Onia Karlina Hiping, yang menekankan pentingnya tanggung jawab pelaku usaha. Menurutnya, dunia usaha tidak bisa dilepaskan dari kontribusinya terhadap daerah.
“Pengusaha itu bukan hanya menjual barang, tetapi ikut bertanggung jawab membangun lingkungan sosialnya,” kata Onia.
Ia menjelaskan bahwa kepatuhan membayar pajak merupakan bentuk kontribusi langsung terhadap pembangunan. Selain itu, pelaksanaan program CSR menjadi wadah bagi perusahaan untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Onia juga menyoroti perlunya transparansi dalam afiliasi usaha agar hubungan bisnis semakin jelas dan akuntabel.
Lebih lanjut Onia menambahkan bahwa pelaku usaha menghadapi tantangan besar, mulai dari kemampuan menjaga akuntabilitas usaha, mengikuti perkembangan teknologi, hingga menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi konsumen.
“Tantangan ini bisa dihadapi kalau pelaku usaha punya tata kelola yang baik dan mau beradaptasi,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dialog. Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM hingga pelajar, aktif bertanya mengenai persaingan pasar, peluang ekonomi digital, dan strategi memperkuat usaha lokal. Yonavia menyambut baik antusiasme tersebut.
“Keterlibatan masyarakat dalam memahami pasar adalah bagian dari penguatan demokrasi. Ketika masyarakat melek ekonomi, daerah akan lebih siap menghadapi perubahan,” pungkasnya. (Adv)



