SENDAWAR, Infokubar.id — Upaya menjaga warisan budaya terus diperkuat Pemerintah Kampung (Pemkam) Linggang Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, melalui pembinaan berkelanjutan terhadap Sanggar Seni Surya Kharisma. Pembinaan tersebut tidak hanya menjadi ruang pengembangan bakat seni bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari strategi menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Dukungan yang diberikan pemerintah kampung diwujudkan melalui penyediaan Balai Kampung sebagai lokasi latihan rutin setiap Minggu, pendampingan administrasi, hingga membuka kesempatan bagi para penari untuk tampil dalam berbagai agenda kampung. Langkah tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Kepala Kampung Linggang Bangun Sari, H. Sulaiman, menilai keberadaan sanggar memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami agar kebudayaan daerah tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kami ingin anak-anak dan generasi muda memiliki ruang yang positif untuk mengembangkan bakat sekaligus mencintai budaya sendiri,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Ia menegaskan, pelestarian budaya memerlukan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya para pelaku seni.
“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para pelaku seni, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu, kami akan terus mendukung kegiatan sanggar agar budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Sanggar Seni Surya Kharisma, Ade, menjelaskan sanggar dibentuk sebagai wadah pembelajaran seni tari yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia taman kanak-kanak hingga masyarakat umum.
“Tujuan utama Sanggar Seni Surya Kharisma adalah menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat di bidang tari sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan ikut melestarikan budaya agar tetap lestari,” jelas Ade.
Ia menerangkan, materi yang diajarkan mencakup tari tradisional Dayak, Jawa, serta beragam tari tradisional dan tari kreasi dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengasah kemampuan menari, tetapi juga memahami kekayaan budaya Nusantara.
Memasuki usia hampir dua tahun, Sanggar Seni Surya Kharisma telah memiliki sekitar 40 peserta aktif. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan semakin besarnya kepedulian terhadap pelestarian seni budaya di Linggang Bangun Sari.
Ade juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari yang telah memfasilitasi penggunaan Balai Kampung sebagai tempat latihan rutin serta memberikan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan kampung, termasuk peringatan Hari Jadi Kampung. Selain itu, pemerintah kampung turut membantu proses administrasi melalui penerbitan surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pengajuan Surat Keputusan (SK) kepada dinas terkait.
Kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari dan Sanggar Seni Surya Kharisma diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya daerah sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan bangga terhadap warisan budaya lokal maupun budaya Nusantara. (Adv/Diskominfo Kubar)



