Akses Tanjung Isuy – Tanjung Jan Kian Memprihatinkan, Siswa Keluhkan Jalan Rusak dan Jembatan Miring

SENDAWAR, Infokubar.id — Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kampung Tanjung Isuy menuju Tanjung Jan dan Pulau Lanting, Kecamatan Jempang, semakin dikeluhkan warga. Meski waktu tempuh normal hanya sekitar 30 menit, perjalanan kini menjadi perjuangan berat akibat kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur.

Veridiana, seorang siswa SMA N 1 Jempang yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan diperparah oleh kendaraan roda empat yang melintas secara tidak teratur.

“Awalnya jalan itu tidak terlalu jelek. Tapi karena mobil lewat terus, kondisinya jadi rusak. Bahkan, jalur yang seharusnya dikhususkan untuk motor pun diambil alih oleh mobil,” ujar Veridiana kepada infokubar.id, Kamis (12/02/2026).

Akibatnya, jalur motor ikut hancur dan genangan lumpur semakin lebar. Tak jarang, mobil-mobil tersebut justru tersangkut di tengah kubangan, yang membuat kerusakan jalan kian permanen.

Kekecewaannya semakin memuncak karena pembangunan jalan di wilayah tersebut terkesan setengah hati. Meski sudah ada upaya semenisasi, pengerjaannya dilakukan secara parsial atau putus-putus. Di sela-sela semenisasi tersebut, terdapat hamparan tanah yang ketika hujan berubah menjadi “bubur” lumpur yang sulit dilalui.

Tak hanya soal jalan, keselamatan warga juga terancam oleh kondisi infrastruktur pendukung lainnya. Ia mengaku was-was setiap perjalanan berangkat maupun pulang sekolah.

“Apalagi pas mau ke Tanjung Isuy, ada lagi jalan yang jelek. Belum lagi jembatan penghubung antara Tanjung Jan dan Tanjung Isuy, posisinya sekarang makin miring,” tambah Veridiana.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Instagram @info_kubar, tampak Veridiana dan rekan-rekannya harus bertelanjang kaki demi melewati jalur yang licin. Dengan nada sarkasme, mereka menyebut lumpur tersebut sebagai “lulur gratis” sebagai bentuk protes atas lambannya perhatian pemerintah.

“Bagi teman-teman yang ingin menikah, silakan ke sini! Tersedia lulur gratis dari berbagai tekstur,” ujarnya dalam video tersebut, menggambarkan keputusasaan siswa yang harus mengotori seragam dan kendaraan mereka setiap hari demi menuntut ilmu.

Masyarakat dan para pelajar di Kecamatan Jempang kini mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar semenisasi putus-putus. Warga berharap jembatan penghubung yang miring segera diperbaiki sebelum memakan korban jiwa. (*)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke