SENDAWAR, Infokubar.id – Produk kerajinan lokal Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kali ini, batik tulis hasil karya Kelompok Aseng Ehau, binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar, berhasil meraih Juara Harapan III Kategori Kain dalam ajang Dekranasda Kaltim Award 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan sekaligus diserahkan dalam rangkaian kegiatan Dekranasda Kaltim Award 2026 yang berlangsung di Galeri UMKM Kaltim, Balikpapan.
Prestasi ini menjadi salah satu bukti bahwa produk kerajinan lokal Kutai Barat memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing dengan hasil karya perajin dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Ketua Dekranasda Kutai Barat, Maria Christina Frederick Edwin, melalui Sekretaris Dekranasda Kubar, Christiana Dana Rika, menyampaikan bahwa pihaknya mengikutsertakan lima produk kerajinan dalam ajang penghargaan tahun ini.
Kelima produk tersebut seluruhnya berasal dari kategori kain, khususnya kerajinan batik tulis yang menjadi bagian dari upaya pengembangan produk kreatif daerah.
Keberhasilan Kelompok Aseng Ehau meraih penghargaan di tingkat provinsi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para perajin lainnya di Kutai Barat untuk terus meningkatkan kreativitas, kualitas, dan daya saing produk kerajinan lokal.
Persaingan 133 Produk Kerajinan se-Kaltim
Dekranasda Kaltim Award 2026 menjadi ajang apresiasi bagi para perajin dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Ketua Tim Dewan Juri, Fitriansyah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan penghargaan yang dikoordinasikan melalui Bidang Daya Saing tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para pelaku industri kerajinan daerah.
Tercatat sebanyak 133 produk kerajinan mengikuti proses pendaftaran dan penilaian yang terbagi dalam empat kategori.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 produk mengikuti kategori kain, 35 produk kategori serat alam, 33 produk kategori kayu, serta 21 produk kategori logam dan bahan lainnya.
Tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan besarnya potensi industri kerajinan di Kalimantan Timur, termasuk peluang bagi produk kerajinan daerah untuk menembus pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendorong pelestarian sekaligus pengembangan kerajinan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya dan penggerak ekonomi kreatif daerah.
Menurutnya, kerajinan daerah tidak hanya harus memiliki nilai estetika dan mencerminkan identitas budaya, tetapi juga dituntut mampu berinovasi serta memiliki nilai ekonomi agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Melalui tema “Kriya Lestari Benua Etam”, Dekranasda Kaltim Award 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para perajin dalam menghasilkan produk berkualitas tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya daerah.
Sarifah juga berharap penghargaan tersebut dapat mendorong para perajin untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas produksi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan industri kerajinan di Kalimantan Timur.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Industri sekaligus Ketua Panitia, E.M. Adhar Affan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gelar Kerajinan Kaltim dan Dekranasda Kaltim Award 2026 merupakan sarana promosi sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas para perajin.
Melalui kegiatan tersebut, produk kerajinan daerah diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing.
Bagi Kutai Barat, penghargaan yang diraih Kelompok Aseng Ehau menjadi capaian positif dalam upaya memperkenalkan produk kerajinan lokal di tingkat provinsi, sekaligus membuka peluang pengembangan industri kreatif berbasis potensi daerah. (*)
Penulis : Yanuar
Editor : Lukman Hakim
