Bupati Panggil Dua Perusahaan, Minta Percepat Bangun Gorong-gorong

Bupati Kubar FX Yapan (tengah) saat memimpin rapat percepatan pengananan banjir di Jalan Trans Kaltim, Kecamatan Muara Lawa. (Foto: Prokopim Kubar)

SENDAWAR, Infokubar.id – Buntut genangan banjir di jalan poros Trans Kalimantan kawasan Kampung Benggeris, Kecamatan Muara Lawa sejak Senin (5/9/2022) lalu, Bupati Kutai Barat FX Yapan memanggil manajemen PT TCM dan PT TSA. Hal itu guna membahas percepatan pembangunan gorong-gorong di jalan yang menghubungkan Kubar-Kukar tersebut.

Rapat yang dilaksanakan di ruang Diklat Kantor Bupati Lantai III, Rabu (7/9/2022) itu turut dihadiri Asisten II, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Camat Muara Lawa, KTT PT TCM, KTT PT FKP, serta Peringgi Kampung Benggeris.

Beberapa poin disepakati dalam rapat antara Pemkab bersama kedua perusahaan PT TCM dan PT FKP. Pertama, butuh penanganan cepat dan segera oleh pihak perusahaan untuk melakukan pemompaan air yang menggenangi ruas jalan.

Kedua, segera menindaklanjuti perjanjian kerja sama terkait pembangunan gorong-gorong jalan hauling PT TCM yang berada dalam konsesi milik PT FKP.

Ketiga, penyelesaian pembangunan gorong-gorong harus selesai dalam jangka waktu kurang lebih 2 bulan terhitung mulai 7 September sampai dengan 7 November 2022.

Terakhir, sementara dalam proses pembangunan gorong-gorong, PT TCM dan PT FKP harus menyediakan tenaga operator yang selalu standby di lokasi gorong-gorong dan melakukan pemompaan air pada saat terjadi hujan.

Selanjutnya, orang nomor satu di Kubar itu menyampaikan pada prinsipnya penanganan pertambangan bukan kewenangan kabupaten, tetapi kewenangan Pemerintah Pusat sehingga pemkab dalam rapat hanya melakukan koordinasi.

“Kewenangan pemerintah kabupaten hanya lingkungan,” kata Yapan.

Bupati dua periode itu terus mengingatkan kedua perusahaan, agar melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik. Karena menurutnya permasalahan ini tidak akan terjadi dan tidak perlu sampai pemkab yang memfasilitasi agar persoalan banjir bisa teratasi.

”Kedua perusahaan harus utamakan kerjasama yang baik. Jangan tonjolkan ego sektoral, karena dalam hal ini sama-sama saling membutuhkan,” tutup Yapan.

Untuk mengurangi volume air, PT FKP bahkan sudah mengerahkan mesin pompa untuk memompa luapan air di jalan. Meskipun faktanya belum optimal karena curah hujan yang masih tinggi beberapa hari terakhir.

“Selama ini sudah ada 4 pompa air yang memompa air untuk mengurangi luapan air di jalan,” ungkap Lu perwakilan PT FKP. (*)

Penulis: Fitra Mayca

Editor: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: