Dari Aksi Hingga Somasi, Warga Dingin Ultimatum Polres Kubar Tepati Janji

Pertemuan Polres Kubar bersama perwakilan karyawan PT EBH dan PT RML di Mapolres Kubar, Selasa (21/3/2023). (Foto: Tribun Kaltim)

SENDAWAR, Infokubar.id – Buntut konflik di lahan tambang batu bara PT EBH (Energi Batu Hitam), warga Kecamatan Muara Lawa layangkan surat somasi terbuka kepada Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman.

Surat somasi per tanggal 22 Maret itu adalah tindaklanjut dari pertemuan warga dengan Wakapolres Kompol I Gde Dharma Suyasa di Mapolres Kubar pada Selasa (21/3/2023) lalu.

Surat juga sudah dikirimkan ke Polres Kubar sejak Rabu (22/3/2023) malam. Ditandatangani Ketua BPK Dingin Marselinus Hendro, Kepala Adat Kampung Dingin Robertus Syahrun, Kepala Adat Kampung Lotaq Nyango, Kepala Adat Kampung Muara Lawa Hanit dan Koordinator lapangan Dompeng.

Tidak hanya Kapolres Kubar, surat juga ditembuskan kepada dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugiono dan Kapolsek Muara Lawa Iptu Syafi’i.

Terkait hal itu, Kepala Adat Kampung Dingin, Robertus Syahrun membenarkan beredarnya surat somasi di beberapa grup Whatsapp.

“Benar, surat (somasi) sudah sampai Polres, besok sampai Polda suratnya. Hari ini (Kamis, Red,.-) utusan karyawan ke kantor PT EBH, sudah minta segera kerja,” jelas Syahrun dihubungi via WhatsApp, pagi tadi.

Diketahui, sudah hampir dua bulan para karyawan diliburkan. Sejak tanggal 2 Februari sampai Maret sekarang. Ini karena tidak ada kegiatan operasional di lahan tambang PT EBH dan PT Riung Mitra Lestari (RML).

Isi somasi warga Kampung Dingin dan Lotaq kepada Kapolres Kubar.

Lewat somasi itu, para karyawan dua perusahaan ini mempertegas dengan menagih janji Polres Kubar untuk menyelesaikan perkara penyetopan aktivitas secara sepihak oleh sekelompok masyarakat yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Ada pula tuntutan agar polisi segera mengabulkan permintaan warga selambat-lambatnya pada Rabu 29 Maret 2023.

Adapun total empat poin tuntutan yang dilayangkan warga melalui surat tersebut, di antaranya:

  1. Akan melaksanakan aksi demonstrasi kembali di Polres Kutai Barat untuk menagih janji Polres Kutai Barat.
  2. Mengajukan piring putih kepada Lembaga Adat Besar Kutai Barat untuk dilakukan sidang adat antara warga/karyawan Kecamatan Muara Lawa dengan Kapolres Kubar terkait perkara “menagih janji”
  3. Warga/karyawan akan memaksa masuk bekerja kembali di wilayah PT. Energi Batu Hitam, apabila terjadi kerusuhan maka akan menjadi tanggung jawab Polres Kutai Barat.
  4. Upaya yang kami lakukan adalah semata-mata untuk kepentingan menafkahi keluarga kami. Dimana pemerintah wajib mensejahterakan masyarakat sesuai UUD 1945.

Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman belum memberikan tanggapan terkait somasi tersebut. Penulis mencoba menghubungi via telepon dan pesan Whatsapp, namun belum ada jawaban. (*)

Penulis: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: