Disdikbud Kaltim Dorong Seluruh Guru Tersertifikasi

SAMARINDA, Infokubar.id – Menjadi guru yang profesional bukan perkara mudah. Sebab, setiap pengajar baik itu pegawai negeri ataupun honorer harus sudah tersertifikasi.

Dari data yang dihimpun, Di Kaltim, setidaknya terdapat 3.550 guru yang sudah memiliki sertifikat. Dari jumlah guru SMA negeri maupun swasta sebanyak 4.544 orang. Lalu guru SMK negeri dan swasta sebanyak 4.689 orang. Ditambah dengan jumlah guru SLB negeri maupun swasta ada 380 orang

Walau menjadi guru bersertifikat itu gampang-gampang susah, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memfasilitasi program sertifikasi. Bahkan ada anggaran khusus disediakan.

Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan mengatakan, program sertifikasi guru akan terus dievaluasi dan monitoring untuk memastikan hasilnya. 

Khususnya bagi para guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah penggerak Kurikulum Merdeka.

“Karena mereka nantikanya yang akan memberikan perubahan-perubahan dilingkungan ia mengajar,” terang Kurniawan

Kendati demikian, Kurniawan berharap seluruh guru dapat mengikuti sertifikasi dan lulus. Sebab, mereka yang akan mengajar serta mencetak generasi emas. Terutama guna memajukan pendidikan di Benua Etam.

“Sehingga hal ini turut menjadi bahan monitoring kami untuk kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur,” imbuhnya.

Terlebih di tengah perkembangan digital, membuat perubahan besar terhadap arah dunia pendidikan. Sehingga ia meyakinkan, para guru dan tenaga kependikan juga harus menyesuaikan dengan media pembelajaran berbasis digital.

Kurniawan pun mengambil hikmah di masa pandemi Covid-19, dalam penerapan pembelajaran secara hybrid atau dalam jaringan (daring). Hanya tidak semua kabupaten/kota dapat melaksanakan pembelajaran daring secara maksimal.

Sehingga ia memastikan bahwa Disdikbud Kaltim akan memberikan dukungan penuh, terhadap keberlangsungan fasilitas, sarana dan prasarana. Maupun dalam hal peningkatan yang bersangkutan dengan digitalisasi di dunia pendidikan.

“Karena mau tidak mau pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk digitalisasi yang memberikan dampak besar. Sehingga digitalisasi yang dipahami saat ini adalah sebuah keharusan tanpa mengenal usia,” katanya.

“Kita yang muda ini harusnya bisa membantu memberikan pemahaman terhadap guru senior (usia lanjut). Jadi saya yakin digitalisasi pendidikan tidakk sulit untuk dijalankan,” tambah Kurniawan. (adv/disdikbudkaltim)

Penulis : Ocl | Editor : Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: