Ditemukan! Jenazah Kapten Tugboat Bahar 79 Terjebak di Dalam Kapal

Jenazah Kapten Tugboat Bahar 79 ditemukan tim penyelam, Rabu (23/11). (Foto: infokubar.id)

SENDAWAR, Infokubar.id – Jenazah kapten tugboat Bahar 79, Fredrik (49) akhirnya berhasil ditemukan oleh penyelam di perairan Royoq, Kampung Sekolaq Oday (bukan Sendawar), Kecamatan Sekolaq Darat, Rabu (23/11) pukul 09.30 wita.

Korban yang diketahui warga Kecamatan Wono Asri, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur itu saat ditemukan dalam kondisi masih berpakaian dan mengapung dengan posisi telungkup.

“Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) untuk dilakukan visum,” kata Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman, saat dikonfirmasi media ini, siang tadi.

Pencarian korban, kapten kapal ini berlangsung tiga hari, sejak Minggu (20/11) sekira pukul 21.40 wita.  Di dalam tugboat Bahar 79 itu, berisikan seorang kapten dan 5 orang anak buah kapal (ABK)

Sedangkan, ABK atas nama Noldi, telah ditemukan  lebih dulu dalam keadaan meninggal dunia pada hari kedua, Senin (21/11) sekira pukul 17.40 wita.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara Kubar ini menyebut pencarian korban hari ini melibatkan bantuan personel Basarnas Kaltim. Sekaligus membantu tim gabungan yang sudah bekerja sejak awal yakni dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, Sat Polair Kubar dan Polres Kubar. Kemudian dibantu masyarakat, serta sejumlah perusahaan yang mengerahkan beberapa unit alat berat dan tugboat.

Jenazah kapten Fredrik selanjutnya dibawa ke RSUD HIS untuk divisum. (Foto: infokubar.id)

Seperti diketahui, tugboat Bahar 79 tenggelam saat akan bersandar di pelabuhan PT Kruing di Royoq, Kampung Sekolaq Oday, Kecamatan Sekolaq Darat, Minggu (20/11) sekira pukul 21.40 wita.

Menurut keterangan salah satu ABK Samuel, berawal posisi lambung tugboat Bahar 79 miring pada bagian belakang. Disebabkan, banyak air yang masuk tanpa diketahui sebelumnya. Upaya mengeluarkan air dilakukan Samuel dibantu Ever dan Renaldi menggunakan pompa celup.

Selang 15 menit kemudian, justru posisi lambung tugboat malah semakin miring. Diduga lambung tugboat bocor lebih besar, sehingga air lebih cepat masuk ketimbang yang dipompa. Karena tidak mampu dipompa, Samuel memerintahkan Joshua untuk menghidupkan mesin tugboat. 

Di samping itu, ia membangunkan kapten Fredy untuk segera menakhodai tugboat menepi ke pinggir Sungai Mahakam. Meski sudah menepi, namun posisi lambung bagian belakang tugboat sudah tenggelam ke dasar Sungai Mahakam.

Saat itulah, Joshua loncat ke tepi Sungai Mahakam untuk menyelamatkan diri. Sembari berteriak dengan semua rekannya untuk menyelamatkan diri masing-masing. Usai berkumpul di tepi Sungai Mahakam, baru diketahui kapten Tugboat Bahar 79, Fredy dan Noldi tak kunjung terlihat. Padahal saat itu, kondisi Noldi sedang sakit dan beristirahat di dalam kamar tugboat. (*)

Penulis: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: