InfoKubar

DPRD Kaltim Soroti Kekurangan Guru Produktif di SMA, SMK, dan SLB

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim – M. Darlis Pattalongi.

SAMARINDA, Infokubar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menyoroti masih minimnya tenaga pendidik di jenjang SMA, SMK, dan SLB, khususnya guru produktif di sekolah kejuruan. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat kesiapan lulusan SMK sebagai tenaga kerja siap pakai bagi industri.

“Lulusan SMK memang dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Namun persoalannya, banyak SMK kita masih kekurangan guru produktif yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, Minggu (30/11/2025).

Darlis mengungkapkan defisit tenaga pendidik tidak hanya terjadi di SMK, tetapi juga di SMA dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Jumlah kekurangannya cukup besar. Di tingkat SMK saja, kita masih membutuhkan hampir 2.000 guru produktif. Untuk SMA, kekurangannya mencapai sekitar 1.000 guru, dan SLB masih kekurangan sekitar 500 guru. Ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan guru kita saat ini benar-benar sangat tinggi,” tambahnya.

Menurut Darlis, kekurangan guru produktif berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan. Ketimpangan antara kebutuhan industri dan kemampuan sekolah menyediakan pembelajaran berbasis keahlian dapat menurunkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Untuk itu, DPRD Kaltim mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk pemetaan kebutuhan guru di setiap wilayah.

“Kami mengimbau agar dinas pendidikan menyusun peta jalan yang komprehensif untuk pemenuhan guru di seluruh sekolah,” tutup Darlis Pattalongi. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan ke
Exit mobile version