SENDAWAR, Infokubar.id – PT Trubaindo Coal Mining (TCM) terus mendorong pemberdayaan generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui pengembangan program peternakan ayam petelur dan ayam broiler.
Salah satu kelompok binaan perusahaan yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Mandiri (HPM) IPU Green Kampung Damai Seberang Kelompok sukses mengelola sebanyak 115 ekor ayam petelur dan 200 ekor ayam broiler. Hingga kini, jumlah produksi telah mencapai 1.440 butir per bulan.
Ketua Kelompok HPM IPU GREEN, Agustian mengatakan, kegiatan ini memberi pengalaman baru bagi para anggota dalam mengelola usaha bersama. “Kami belajar mulai dari pemeliharaan, produksi, sampai penasaran. Dengan memanfaatkan media sosial dan kerja sama dengan berbagai pihak, kami jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha di kampung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, tambah Agustian, kelompok ini tidak hanya fokus pada produksi, melainkan aktif memasarkan hasil usaha dengan cara yang dekat dengan keseharian generasi muda, seperti memanfaatkan media sosial dan media promosi visual.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membuka ruang usaha produktif, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat peran anak muda dalam pengembangan ekonomi lokal.
Sementara untuk pemasaran ayam broiler, mereka membangun jaringan penjualan ke rumah makan serta menjangkau kebutuhan masyarakat di sekitar kampung maupun di luar kampung. Sementara penjualan telur dilakukan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa), pelaku usaha lokal, dan pemesanan masyarakat.
Kelompok yang dibentuk pada 2024 yang beranggotakan tujuh orang ini juga mengembangkan usaha peternakan dengan mengembangkan pertanian terpadu melalui budidaya berbagai komoditas, seperti tomat, terong, jagung, buncis, cabai, labu, dan sayuran hidroponiksebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal sekaligus sebagai upaya membangun kemandirian pangan.
Sementara itu, Community Development Head TCM, Jones Silas menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat anak-anak muda memiliki semangat dan kemampuan untuk berkembang jika mendapat ruang dan pendampingan yang tepat. Karena itu, program ini tidak hanya fokus pada hasil usaha, tetapi juga pada proses belajar, membangun jaringan pemasaran, dan kemandirian yang dibangun bersama,” tutupnya.
