Gelar Dialog Publik di Jengan Danum, Yonavia Serap Aspirasi Petani: Jalan hingga Harga Komoditas Jadi Sorotan

SENDAWAR, Infokubar.id — Udara sejuk di kaki bukit Jengan Danum mengiringi berlangsungnya dialog antara masyarakat dan wakil rakyat di Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Sabtu (13/12/2025). Puluhan petani dan pekebun memadati balai pertemuan kampung untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka dalam kegiatan reses yang diprakarsai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Dapil Kutai Barat–Mahakam Ulu, Yonavia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakilnya di parlemen. Sejumlah persoalan krusial yang dihadapi petani, mulai dari kondisi jalan usaha tani, fluktuasi harga hasil pertanian, hingga ketersediaan pupuk bersubsidi, mencuat dalam dialog yang berlangsung terbuka dan hangat.

Mengawali pertemuan, Yonavia menyampaikan salam serta pesan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Jengan Danum.

“Perjuangan kita belum selesai sampai setiap petani sejahtera, setiap anak mendapat pendidikan layak, dan setiap keluarga merasa aman di atas tanah airnya sendiri. Itulah semangat yang harus kita terus kobarkan,” ucap Yonavia membuka pertemuan.

Dalam pengantarnya, Yonavia menyampaikan bahwa pesan tersebut menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada rakyat kecil, terutama petani sebagai penopang ketahanan pangan.

Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana menyerap realita yang dihadapi masyarakat di lapangan. Aspirasi yang disampaikan warga, kata dia, akan menjadi bahan kerja dan perjuangan di tingkat provinsi.

“Ini adalah ruang dialog kita. Telinga saya adalah telinga rakyat. Apa yang Bapak dan Ibu rasakan di ladang, kesulitan menjual hasil, akses jalan, atau soal pupuk, itu adalah bahan kerja saya di provinsi nanti,” ungkap Yonavia, menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat.

Dialog kemudian berkembang dengan penyampaian keluhan warga. Salah seorang petani sayur, Pinus mengungkapkan kesulitan menjual hasil panen saat musim hujan akibat kondisi jalan yang becek dan licin. Akses yang terbatas membuat pembeli enggan masuk ke kampung, sehingga hasil panen kerap tertahan dan berdampak pada penurunan harga.

Selain infrastruktur, persoalan ketidakstabilan harga komoditas pertanian juga turut disuarakan Weni. Di saat panen tiba harga jual justru anjlok. Warga berharap adanya dukungan pemerintah dalam bentuk program pemasaran maupun pengolahan hasil pertanian agar petani tidak selalu dirugikan saat panen raya.

Menanggapi hal tersebut, Yonavia menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan perbaikan jalan usaha tani dan jalan lingkungan melalui penganggaran di APBD Provinsi Kalimantan Timur. Ia menilai infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian desa yang menentukan kelancaran distribusi hasil pertanian.

Di sektor pemasaran, Yonavia mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui kemitraan berbasis koperasi. Konsep tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui pengolahan lanjutan.

Isu kelangkaan pupuk bersubsidi turut menjadi catatan penting. Yonavia menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan penyuluh pertanian lapangan agar distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, termasuk ke wilayah-wilayah terpencil seperti Jengan Danum.

Menutup dialog yang berlangsung hampir tiga jam, Yonavia meminta pemerintah kampung dan masyarakat untuk menyiapkan data serta proposal kebutuhan secara konkret. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, memperjuangkan anggaran, serta mengawasi kinerja pemerintah daerah di tingkat provinsi.

“Dialog ini bukan seremonial. Ini adalah awal kerja. Aspirasi dari bapak dan ibu ini akan menjadi bahan, panduan dalam menyusun anggaran, dan mengawasi kinerja eksekutif di Kalimantan Timur khususnya Kutai Barat,” pungkasnya.(Adv)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke