SENDAWAR, Infokubar.id – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mendorong Tim Penggerak (TP) PKK terus memperkuat inovasi dan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Kedekatan PKK dengan keluarga dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjawab berbagai persoalan dari tingkat rumah tangga hingga kampung.
Pesan tersebut disampaikan Frederick pada Acara Syukuran Dalam Rangka HUT ke-81 Republik Indonesia dan puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Kutai Barat di Alun-Alun Itho, Sendawar, Kamis (20/8/2026) malam.
Frederick mengatakan, PKK memiliki posisi strategis karena gerakannya bersentuhan langsung dengan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Karena itu, keberadaan PKK tidak hanya penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga dalam mendukung pencapaian program pembangunan pemerintah daerah.
Ia berharap momentum HKG PKK ke-54 semakin memperkuat kerja jajaran PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga kampung. Program yang dijalankan diharapkan mampu menyesuaikan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata.
Sejumlah bidang menjadi perhatian, antara lain penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak serta kesehatan lingkungan.
Frederick meminta kader PKK tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi terus mencari terobosan yang relevan dengan kebutuhan keluarga. Upaya pemberdayaan ekonomi, misalnya, dapat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian rumah tangga. Sementara pada bidang kesehatan, PKK dapat memperkuat edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak serta lingkungan yang sehat.
“Jadikan 10 Program Pokok PKK sebagai pilar utama untuk mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera dan tangguh di Kutai Barat,” pesannya.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pola asuh, kehidupan sosial, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, 10 Program Pokok PKK dinilai tetap relevan untuk menjadi panduan gerakan pemberdayaan masyarakat. Namun, pelaksanaannya perlu dikembangkan secara kreatif agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
Frederick juga mengajak perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan terhadap gerakan PKK. Kolaborasi dinilai penting karena keberhasilan program pemberdayaan keluarga tidak dapat hanya dibebankan kepada kader PKK.
Ia menegaskan pembangunan Kutai Barat membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk mewujudkan visi daerah menuju “Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat.”
Menurut Frederick, pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan pelayanan, tetapi masyarakat juga harus menjadi pelaku aktif pembangunan. Dalam konteks tersebut, PKK dapat berfungsi sebagai jembatan yang memperkuat partisipasi keluarga dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Puncak peringatan HKG PKK ke-54 yang menjadi bagian dari acara syukuran di Alun-Alun Itho itu diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Momentum tersebut harus menjadi titik penguatan gerakan PKK agar lebih inovatif, responsif dan mampu memberikan kontribusi konkret.
Dengan jaringan yang menjangkau hingga kampung serta kedekatan dengan keluarga, PKK dinilai memiliki peluang besar untuk membantu pemerintah menangani persoalan pembangunan dari sumber yang paling dasar. Ketika keluarga semakin mandiri, sehat, berpendidikan dan tangguh, dampaknya diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat. (man)



