InfoKubar

ISPU PM2.5 Kutai Barat Sempat Hilang dari Sistem, DLH: Server Pusat Bermasalah

SENDAWAR, Infokubar.id — Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), khususnya parameter PM2.5 di Kutai Barat, sempat tidak muncul dalam sistem pemantauan pada Rabu (16/9/2026). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Barat memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kerusakan alat pemantau di daerah, melainkan adanya gangguan teknis pada server pusat di Jakarta.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kutai Barat, Fransiskus Iwan, mengatakan perangkat pemantauan yang berada di stasiun Kutai Barat masih berfungsi normal. Menurutnya, kendala justru terjadi pada sistem server Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Alat kita masih berfungsi normal, cuman memang dari segi servernya yang ada di Jakarta sedang ada kendala teknis,” ujar Fransiskus Iwan saat ditemui di laboratorium DLH di kawasan perkantoran Pemkab Kutai Barat, Rabu (16/09/2026).

DLH Kutai Barat saat ini berkoordinasi dengan tim IT untuk menangani gangguan tersebut. Pihaknya berharap sistem pelaporan dapat kembali normal dan bisa diakses publik dalam waktu sekitar 24 jam.

Iwan menjelaskan, nilai ISPU tidak dihitung secara instan berdasarkan data per jam. Perhitungannya membutuhkan proses pengambilan data secara terus-menerus selama 24 jam penuh, kemudian diolah menggunakan mekanisme dan rumus khusus sesuai ketentuan Permen Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2020.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir sebelum sistem mengalami kendala, yakni pukul 09.00 WITA pada 16 September 2026, parameter PM2.5 di Kutai Barat tercatat mencapai 421 dan masuk kategori berbahaya.

DLH berharap gangguan pada sistem pelaporan tersebut segera teratasi sehingga masyarakat kembali dapat memantau kondisi kualitas udara Kutai Barat melalui data ISPU. (*)

Bagikan ke
Exit mobile version