SENDAWAR, Infokubar.id – Sebanyak 155 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) resmi diterjunkan ke wilayah Kabupaten Kutai Barat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-51 tahun 2025. Para mahasiswa dari berbagai jurusan ini akan melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dari total 16 kelompok yang ditempatkan di Kutai Barat, dua di antaranya merupakan kelompok KKN Tematik yang mengusung tema khusus sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah. Satu kelompok ditempatkan di Kelurahan Melak Ulu dengan tema Program Kampung Iklim (Proklim), dan satu kelompok lainnya di Kampung Pepas Eheng dengan fokus pada Hukum Adat.
Petinggi Kampung Pepas Eheng, Armansyah Ngudau, menyatakan antusiasmenya terhadap kedatangan para mahasiswa KKN yang secara khusus mengangkat tema hukum adat di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan pertama kalinya kampung mereka menerima mahasiswa KKN dengan pendekatan tematik yang mendalam.
“Ini pertama kali kami menerima KKN secara khusus atau tematik. Terlebih mereka ingin mengangkat persoalan hukum adat,” ujarnya usai kegiatan serah terima di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Senin (14/7/2025).
Kelompok KKN yang berjumlah delapan orang tersebut akan tinggal bersama warga setempat sebagai bagian dari upaya membaur dan memahami lebih dalam kondisi sosial masyarakat. Pemerintah kampung bersama lembaga adat juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan awal guna menyusun langkah-langkah kolaboratif selama 46 hari masa pengabdian berlangsung.
“Kami siap berkolaborasi dan mendukung apa yang mahasiswa KKN ini programkan bisa berjalan dengan baik. Kita akan sinkronkan agar bermanfaat bagi semua pihak,” imbuh Armansyah.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Pepas Eheng, Gavin Hensan, menyampaikan bahwa timnya akan terlebih dahulu melakukan observasi awal sebelum menentukan pendekatan program secara menyeluruh. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa tema hukum adat dan kehidupan masyarakat menjadi fokus utama kelompoknya.
“Dari LP2M sebenarnya ada 14 opsi yang bisa dilaksanakan, tapi sepertinya kami akan mengambil terkait hukum adat, terutama kemasyarakatannya,” jelas mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya ini.
Selain menjalankan program tematik, para mahasiswa KKN juga mendapat tugas untuk membuat video potensi desa sebagai bagian dari pelaporan kegiatan dan promosi potensi lokal. Kegiatan KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian serta pembangunan berkelanjutan di tingkat kampung. (*)
