SENDAWAR, Infokubar.id – Harapan perbaikan pasokan listrik di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, mulai memasuki tahap lanjutan. PT PLN (Persero) kini memobilisasi mesin pembangkit tambahan berkapasitas 5 megawatt (MW) menuju Melak, di tengah pengerjaan infrastruktur pendukung yang terus dikebut untuk memperkuat sistem kelistrikan setempat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mengatasi keterbatasan daya pada Sistem Kelistrikan Melak yang dipengaruhi gangguan dan pemeliharaan sejumlah unit pembangkit. Hingga Senin (12/10/2026), pengiriman mesin tambahan mulai berjalan, sementara pekerjaan di lokasi disiapkan agar proses pemasangan dapat segera dilanjutkan setelah seluruh peralatan tiba.
Berdasarkan siaran pers PLN UID Kaltimra, Senin (12/10/2026), manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan mobilisasi mesin berkapasitas 5 MW tersebut merupakan perkembangan penting dalam rangkaian penanganan kelistrikan di Melak.
“PLN terus melanjutkan berbagai langkah penanganan kelistrikan di Melak. Setelah melalui tahap persiapan, saat ini mesin pembangkit tambahan 5 MW mulai dimobilisasi menuju lokasi. Secara paralel, pekerjaan infrastruktur pendukung juga terus berjalan. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kemampuan pasok listrik di Melak dan sekitarnya,” ujar Adrian.
Saat ini, mesin pembangkit beserta peralatan pendukungnya masih dalam proses pengiriman menuju Melak. PLN memperkirakan peralatan tersebut tiba pada minggu ketiga hingga minggu keempat Oktober 2026, dengan mempertimbangkan kondisi perjalanan dan kelancaran distribusi.
Di lokasi, sejumlah pekerjaan infrastruktur juga terus berlangsung. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan pondasi mesin pembangkit, penyiapan pondasi dan fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM), serta pemasangan sarana evakuasi daya untuk menyalurkan tambahan pasokan listrik ke Sistem Melak.
Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur dilakukan secara bersamaan dengan proses pengiriman mesin agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai kesiapan di lapangan.
“Tim di lapangan terus mengerjakan pondasi mesin, fasilitas tangki BBM, serta sarana evakuasi daya. Pekerjaan ini berjalan bersamaan dengan proses pengiriman mesin agar setelah seluruh peralatan tiba, tahapan pemasangan dan pengujian dapat segera dilanjutkan,” jelas Agung.
Setelah mesin dan seluruh peralatan pendukung tiba, PLN akan melanjutkan instalasi, integrasi dengan sistem kelistrikan, serta pemeriksaan dan pengujian teknis. Pembangkit baru dapat dioperasikan setelah seluruh tahapan tersebut selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis.
Selain menambah kapasitas pembangkit, PLN juga melakukan optimalisasi unit yang masih tersedia dan mempercepat penanganan pembangkit yang mengalami gangguan maupun sedang menjalani pemeliharaan.
Upaya tersebut dilakukan secara bersamaan untuk membantu memperbaiki kondisi pasokan listrik di Melak. Penambahan kapasitas 5 MW diharapkan mampu meningkatkan daya mampu pembangkit sekaligus memperkuat cadangan daya setelah instalasi dan pengujian rampung.
Adrian mengakui kondisi kelistrikan yang berlangsung saat ini masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa PLN terus mengawal proses penanganan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
“Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai upaya terus kami lakukan, baik melalui penanganan pembangkit yang ada maupun percepatan penambahan kapasitas 5 MW ini. Kami terus mengawal setiap tahapan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan peralatan,” tambah Adrian.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan seluruh pihak terkait atas dukungan terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung.
Melalui penanganan pembangkit yang ada serta penambahan kapasitas baru, PLN berupaya memperbaiki keandalan pasokan listrik untuk menunjang aktivitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian di Melak dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, tambahan daya tersebut baru dapat dimanfaatkan setelah seluruh proses pemasangan, integrasi, dan pengujian teknis dinyatakan selesai. (*)



