Rama Alexander Asia di Mata Frederick Edwin: Sosok Pionir Itu Telah Tiada

SENDAWAR, Infokubar.id – Sosok penting, pionir pembangunan Kutai Barat telah berpulang. Seperti itulah ungkapan singkat dibenak Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin saat mengantarkan langsung mendiang Ir. Rama Alexander Asia, Bupati Kubar pertama periode 2001-2006 ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Edwin mengenang, sosok Rama Asia sapaan akrab mendiang sebagai tokoh penting dan pionir pembangunan daerah yang berperan besar dalam meletakkan fondasi Kabupaten Kubar pada masa awal pembentukan.

Bahkan, mendiang dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi serta memiliki komitmen kuat dalam membangun daerah, terutama pada masa awal pemekaran Kubar. Ia juga menilai berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dirintis almarhum menjadi dasar penting bagi perkembangan daerah hingga saat ini.

“Almarhum telah memberikan kontribusi besar dalam meletakkan fondasi pembangunan Kubar. Dedikasi beliau akan selalu menjadi teladan,”ujar Frederick dengan nada sendu.

Putra bungsu dari mantan Bupati Kubar Ismail Thomas bercerita sedikit tentang perjalanan karir mendiang. “Ir. Rama Alexander Asia menjabat sebagai Penjabat Bupati Kubar periode 1999-2001 sebelum kemudian terpilih sebagai Bupati Kubar periode 2001-2006 bersama Wakil Bupati Ismail Thomas (ayahnya, Red),” ucapnya.

Semasa kepemimpinannya, almarhum dikenal memiliki visi untuk mengembangkan wilayah pedalaman Kaltim, khususnya Kubar, yang saat itu masih dalam tahap awal pembangunan pasca-pemekaran.

Frederick menyebut kepergian almarhum sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Kubar. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Kubar.

Adapun rangkaian prosesi pemakaman diawali dengan ibadah pelepasan jenazah di Rumah Duka Perumahan Villa Tamara Blok C, Nomor 3B Samarinda pada pukul 10.00-14.00 Wita.

Selanjutnya jenazah diberangkatkan ke GMAHK Torsina, Jalan Alam Segar 4 Gang Mandiri, Sempaja, Samarinda, untuk mengikuti ibadah pelepasan jenazah pukul 14.00-15.45 Wita.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ibadah pemakaman di Nurussalam Memorial Park, Jalan Poros Samarinda-Bontang KM 24, Tanah Merah, pada pukul 16.00-16.30 Wita.

Di akhir penghormatan, Frederick atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kubar menyampaikan duka cita mendalam, seraya menegaskan bahwa jasa dan pengabdian almarhum akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah daerah yang ia tinggalkan. (Yan)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke