SENDAWAR, Infokubar.id – Rembuk utama dalam rangkaian Pekan Daerah (PEDA) XI Petani dan Nelayan Kalimantan Timur yang digelar di Kutai Barat melahirkan keputusan penting, yakni Kabupaten Paser resmi ditunjuk sebagai tuan rumah PEDA KTNA XII tahun 2028 mendatang. Keputusan ini diumumkan usai presentasi perwakilan Paser yang berhasil unggul dari Kota Bontang dalam forum strategis antarwilayah tersebut.
Keputusan ini menjadi puncak dari Rembuk Utama PEDA XI yang digelar di Kantor Bappelitbangda Kutai Barat, Jumat, 20/06/2025. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani dan dihadiri Ketua KTNA Nasional Mohammad Yadi Sofian Noor, Ketua KTNA Kaltim H. Anwar, serta unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten.
Dalam sambutannya, Wabup Nanang menegaskan pentingnya peran sektor pertanian dan perikanan yang masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kalimantan Timur.
“Dari sekian banyak sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, pertanian dan perikanan merupakan salah satu urat nadi perekonomian,” ucap Nanang.
Sementara itu, Ketua KTNA Nasional Yadi Sofian Noor berharap seluruh rangkaian kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga mempersiapkan Kalimantan Timur untuk tampil solid dalam Pekan Nasional KTNA XVII di Gorontalo, tahun 2026.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi wadah silaturahmi bagi petani dan nelayan se-Kalimantan Timur, sekaligus persiapan menghadapi Pekan Nasional KTNA XVII,” jelasnya.
Kabupaten Paser sendiri hadir dengan kekuatan 275 peserta, termasuk 200 peserta utama, 70 pendamping, dan 5 peninjau. Selain berpartisipasi aktif, mereka juga memanfaatkan momen ini untuk memamerkan produk unggulan masyarakat tani dan nelayan mereka dalam ajang pameran PEDA XI yang berlangsung 21–27 Juni 2025 di Taman Budaya Sendawar.
Kepala Bidang Penyuluhan DTPH Paser, Akhmad Husin menyatakan bahwa Paser siap menyambut tugas besar sebagai tuan rumah di 2028, sambil terus menyiapkan diri menuju Penas KTNA XVII di Gorontalo.
Dengan penunjukan ini, tongkat estafet PEDA berpindah dari Kutai Barat ke Paser. Sebuah momentum penting bagi kabupaten yang tengah giat membangun sektor pangan berkelanjutan, dan kini bersiap menjadi panggung utama ajang petani dan nelayan terbesar di Kalimantan Timur tiga tahun mendatang. (Adv/Diskominfo Kubar)



