SENDAWAR, Infokubar.id – Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) kian memprihatinkan. Padahal, ruas jalan ini merupakan urat nadi utama mobilitas barang dan jasa antarwilayah di Kalimantan Timur. Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud menegaskan keseriusannya untuk mendorong percepatan perbaikan jalan, meski kewenangan jalan tersebut berada di pemerintah pusat.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri agenda penyerahan program Gratispol Umroh, Perjalanan Religi, dan Jospol Insentif Guru di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Barong Tongkok, Sabtu (21/6/2025).
“Jalannya sudah ada, tapi perawatannya tidak maksimal. Tadi kami baru saja melakukan perjalanan darat dari Kutai Timur, Kukar, dan sampai ke Kutai Barat. Kita semua bisa melihat langsung, ada beberapa titik yang sangat rusak,” ujar Rudy.
Meski status jalan nasional berada di bawah pengelolaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Pemprov Kaltim, kata Rudy, tidak ingin lepas tangan. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan pembangunan dan pelayanan masyarakat tak bisa menunggu birokrasi terlalu lama.
“Memang secara teknis ini tanggung jawab balai nasional. Tapi pemerintah provinsi juga berkepentingan karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Maka kami ikut mendorong agar perbaikannya bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Gubernur Rudy juga menyoroti lambatnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebagai salah satu kendala utama. Keterlambatan ini, menurutnya, membuat banyak program pemeliharaan jalan tersendat.
“Anggaran pusat belum terserap maksimal, ini yang membuat pemeliharaan rutin juga jadi terkendala,” imbuhnya.
Sebagai langkah nyata, Gubernur Rudy menjadwalkan pertemuan dengan Menteri PUPR di Jakarta pada 26 Juni 2025 mendatang. Dalam pertemuan tersebut, ia akan secara langsung menyampaikan urgensi perbaikan ruas jalan nasional yang sangat vital bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Sudah kami jadwalkan tanggal 26. Kalau Menteri PUPR ada di tempat, kami akan sampaikan langsung pentingnya percepatan perbaikan jalan nasional khususnya yang menghubungkan Kukar dan Kubar,” ungkapnya.
Ruas jalan ini selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik, pelayanan publik, hingga konektivitas ekonomi antarwilayah. Jika dibiarkan rusak, bukan hanya akses masyarakat terganggu, namun juga berisiko menghambat pertumbuhan daerah. (*)



