InfoKubar

Sadli Dorong HUT ke-113 Muara Benangaq Tak Bebani Warga, Sarana Olahraga dan Ekonomi Kampung Jadi Perhatian

‎SENDAWAR, Infokubar.id — Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, Sadli, mendorong agar pelaksanaan kegiatan masyarakat, termasuk peringatan HUT ke-113 Kampung Muara Benangaq Tahun 2026, tidak lagi terlalu bergantung pada iuran maupun sumbangan warga.
‎
‎Menurutnya, pemerintah kampung dan masyarakat perlu lebih aktif memperjuangkan dukungan anggaran pemerintah serta membuka kolaborasi dengan pihak lain yang memungkinkan.
‎
‎Hal itu disampaikan Sadli saat memenuhi undangan masyarakat dalam pertemuan persiapan kegiatan HUT ke-113 Kampung Muara Benangaq sekaligus pembahasan Festival Pasir Putih, Rabu (23/09/2026) malam di Kantor Petinggi Muara Benangaq. Pertemuan tersebut dihadiri Petinggi Mastomo, perangkat kampung, kepala adat, ketua BPK, serta masyarakat.
‎
‎Dalam pertemuan itu, Bendahara DPC Gerindra Kubar ini menilai, masyarakat selama ini sudah memiliki berbagai kebutuhan rumah tangga sehingga penyelenggaraan kegiatan kampung sebaiknya tidak terus-menerus menambah beban melalui pungutan atau sumbangan.
‎
‎”Saya selalu berharap semua kegiatan, baik tingkat RT, kampung, apalagi kecamatan, kita tidak lagi selalu membebani masyarakat dengan iuran atau sumbangan,” ujar Sadli.
‎
‎Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai sumber dan mekanisme penganggaran yang dapat diperjuangkan. Karena itu, komunikasi dan pengajuan program harus dilakukan secara konsisten melalui jalur yang sesuai.
‎
‎Sadli juga mengingatkan bahwa mendapatkan dukungan pemerintah membutuhkan proses. Banyak kampung maupun kelompok masyarakat memiliki kebutuhan yang sama sehingga pengusulan program harus disertai komunikasi, kelengkapan perencanaan, serta upaya berkelanjutan.
‎
‎Ia meminta masyarakat tidak langsung menyerah apabila suatu usulan belum dapat direalisasikan pada pengajuan pertama. Menurutnya, peluang memperoleh dukungan akan lebih terbuka apabila kebutuhan tersebut terus dikomunikasikan melalui mekanisme pemerintahan yang tersedia.
‎
‎Lapangan Voli Diusulkan Jadi Prioritas
‎
‎Selain membahas pembiayaan kegiatan HUT, pertemuan tersebut turut menjadi ruang penyampaian kebutuhan pembangunan Kampung Muara Benangaq.
‎
‎Salah satu yang mendapat perhatian ialah sarana dan prasarana olahraga, khususnya peningkatan fasilitas lapangan bola voli. Sadli menyampaikan harapannya agar kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan untuk direalisasikan pada tahun berikutnya sesuai proses perencanaan dan penganggaran.
‎
‎Ia berharap lapangan tersebut nantinya tidak hanya diperbaiki, tetapi apabila anggaran memungkinkan juga dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk pagar pengaman.
‎
‎Dengan adanya fasilitas yang lebih memadai, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan mempunyai ruang untuk berolahraga sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
‎
‎Potensi olahraga di Muara Benangaq sendiri sebelumnya mendapat perhatian pemerintah daerah. Pada Agustus 2026, Pantai Pasir Putih Muara Benangaq menjadi lokasi Turnamen Voli Pantai yang oleh Pemkab Kutai Barat disebut sebagai sarana pembinaan atlet sekaligus promosi wisata. Dalam kegiatan tersebut, Mastomo juga menyampaikan harapan agar kegiatan olahraga dapat menjadi agenda berkelanjutan di kampung.
‎
‎HUT Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga
‎
‎Sadli juga mengusulkan agar rangkaian HUT ke-113 tidak hanya berorientasi pada keramaian dan hiburan. Anggaran yang digunakan, menurutnya, sebisa mungkin memberikan dampak ekonomi yang kembali dirasakan masyarakat Muara Benangaq.
‎
‎Ia mencontohkan kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar kampung sehingga memberikan peluang kepada UMKM, pedagang makanan dan minuman, jasa penyeberangan, hingga usaha masyarakat lainnya.
‎
‎Pantai Pasir Putih dinilainya sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan karena memiliki daya tarik tersendiri. Keramaian kegiatan di kawasan tersebut, apabila dikelola dengan baik, disebut dapat membuka peluang perputaran ekonomi selama rangkaian acara berlangsung.
‎
‎“Kalau dalam satu minggu kegiatan ada masyarakat yang berjualan, usaha penyeberangan berjalan, dan orang dari luar datang membawa uang untuk belanja di sini, berarti ada manfaat yang kembali kepada masyarakat,” kata Sadli.
‎
‎Meski mendorong inovasi kegiatan, ia menekankan agar unsur budaya dan adat tetap dipertahankan. Kegiatan tradisional dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga, kreativitas anak, pemuda, seni, hiburan, senam sehat, jalan santai maupun kegiatan lain yang mampu menarik partisipasi masyarakat lebih luas.
‎
‎Menurut Sadli, ruang bagi anak-anak dan pemuda juga penting disediakan agar mereka dapat menunjukkan bakat, mulai dari bidang olahraga hingga seni dan kreativitas.
‎
‎Mastomo Apresiasi Dukungan
‎
‎Sementara itu, Petinggi Muara Benangaq Mastomo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sadli dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan selama beberapa tahun sejumlah kegiatan masyarakat banyak ditopang melalui kemampuan pemerintah kampung dan swadaya masyarakat.
‎
‎Mastomo menyebut adanya komunikasi dengan Sadli membuka peluang memperoleh dukungan melalui jalur aspirasi DPRD untuk pelaksanaan festival.
‎
‎“Beberapa tahun lalu kegiatan seperti ini murni perjuangan pemerintah kampung dan masyarakat. Syukur, dengan adanya beliau, ada peluang yang dibuka untuk kita agar kegiatan festival bisa mendapat dukungan,” ujar Mastomo.
‎
‎Dalam pembahasan tersebut, dukungan untuk kegiatan HUT dan festival disebut mencapai Rp100 juta. Mastomo berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan panitia secara tepat untuk menyusun kegiatan yang benar-benar diminati masyarakat.
‎
‎Ia juga meminta panitia segera mempublikasikan cabang maupun jenis kegiatan yang direncanakan. Langkah itu diperlukan untuk melihat respons dan minat calon peserta. Apabila suatu kegiatan minim peminat, menurutnya, panitia masih dapat melakukan evaluasi dan mengalihkannya kepada kegiatan lain yang lebih relevan.
‎
‎Pertemuan persiapan HUT ke-113 tersebut pada akhirnya tidak hanya membicarakan teknis perayaan, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai pembiayaan kegiatan, pembangunan sarana olahraga, pengembangan bakat generasi muda, pelestarian budaya hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
‎
‎Melalui rangkaian HUT ke-113 dan Festival Pasir Putih, masyarakat Muara Benangaq berharap kegiatan tahun 2026 dapat memberi manfaat yang lebih luas, sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan potensi kampung. (*)
‎
‎Penulis | Editor : Lukman Hakim Mahendra H.

Bagikan ke
Exit mobile version