SAMARINDA, Infokubar.id — Menjelang akhir tahun anggaran 2025, DPRD Kalimantan Timur menyoroti serapan anggaran pendidikan yang dinilai masih lambat. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat pelaksanaan program pendidikan dasar, khususnya di wilayah terpencil.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi amanah yang harus diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Anggaran bukan sekadar deretan angka. Itu amanah yang wajib diwujudkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Fuad, Minggu (30/11/2025).
Ia menekankan bahwa perlambatan eksekusi program pendidikan berdampak langsung pada masyarakat di daerah pinggiran. Akses layanan pendidikan menjadi terbatas ketika anggaran tidak tersalurkan secara tepat waktu.
“Kami berharap Disdikbud menyiapkan program yang benar-benar tepat sasaran. Masyarakat di kawasan pinggiran juga berhak memperoleh layanan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Fuad menambahkan, percepatan realisasi anggaran sejalan dengan prioritas kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dan pemerintah pusat yang menempatkan pendidikan sebagai sektor utama. Program Gratispol dan Jospol disebutnya sebagai bukti komitmen pemerintah, namun keberhasilannya sangat tergantung pada kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Program Gratispol dan Jospol merupakan bukti Pemprov menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Tinggal bagaimana OPD pelaksana memastikan program ini berjalan maksimal,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti keterbatasan fasilitas SMA Negeri yang memaksa banyak siswa di Samarinda dan Balikpapan menempuh jarak jauh setiap hari. Masalah persebaran sekolah, menurutnya, terus berulang tanpa solusi yang memadai.
“Keluhan ini muncul dari tahun ke tahun. Persebaran sekolah belum merata, baik di Samarinda maupun Balikpapan,” ungkap Fuad.
Ia menekankan pentingnya Disdikbud lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat agar pelayanan pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.
“Harapan warga sederhana: mereka ingin anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang baik dan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)
