Siap-siap, Kendaraan Masuk RSUD HIS Tak Lagi Gratis

  • Bagikan
Sekdakab Kubar, Ayonius saat membuka kegiatan sosialisasi parkir berbayar RSUD HIS, Kamis (22/10/2021). (Dok. Humas Kubar)

SENDAWAR, Infokubar.id – Wacana retribusi parkir di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar (HIS) kembali mengemuka. Terakhir sempat muncul pada awal 2019 lalu dan menuai pro kontra di masyarakat. Pasalnya sejak resmi beroperasi pada 14 Agustus 2003, rumah sakit berplat merah itu belum pernah dilakukan parkir berbayar bagi masyarakat yang berkunjung ke sana.

Pemberlakukan retribusi parkir terhadap kendaraan yang masuk di lingkungan RSUD HIS merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Ayonius pemberlakuan retribusi parkir itu telah diatur dalam tata kelola pungutan retribusi parkir, sebagai salah satu wujud implementasi dari UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Hal ini disampaikannya saat membuka sosialisasi parkir berbayar RSUD HIS pada Kamis (22/10/2021) di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Sendawar dilansir laman resmi Pemkab Kubar.

“Diharapkan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga mampu memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh stakeholder terutama masyarakat. Bahwa tata kelola parkir ini merupakan bagian dari partisipatif warga dalam membangun Kutai Barat,” pesan Ayonius.

Sementara itu, Direktur RSUD HIS dr. Akbar mengatakan dalam pengelolaan parkir berbayar di RSUD HIS pihaknya bekerjasama dengan CV. Mulya Jaya Reski.

Kegiatan sosialisasi parkir berbayar ini untuk menyebarluaskan informasi kepada setiap lapisan masyarakat bahwa RSUD HIS akan memberlakukan ketentuan baru tentang parkir kendaraan bermotor yang selama ini gratis menjadi berbayar.

“Ketentuan ini dikecualikan kepada kendaraan tertentu seperti kendaraan pegawai rumah sakit, ambulans, tamu atau undangan, dan kendaraan proyek RSUD HIS,” jelas dr. Akbar.

Adapun besaran tarif parkir langganan pada kendaraan roda empat adalah Rp 20.000 per minggu dan Rp 60.000 per bulan, parkir motor Rp 10.000 per minggu dan Rp 30.000 per bulan, serta truk atau mobil boks Rp 25.000 per minggu dan Rp 75.000 per bulan.

Sementara untuk parkir hitungan per jam, untuk mobil tarifnya Rp 3.000 per tiga jam pertama, lalu Rp 1.000 per satu jam berikutnya, dan Rp 5.000 tarif maksimal sampai dengan 24 jam.

Untuk motor tarif Rp 2.000 per tiga jam pertama, lalu Rp 1.000 per satu jam berikutnya, dan Rp 3.000 tarif maksimal sampai dengan 24 jam.

Terakhir untuk truk atau mobil boks sebesar Rp 3.000 per tiga jam pertama, Rp 2.000 per satu jam berikutnya, dan Rp 7.000 tarif maksimal sampai dengan 24 jam. (tra/man)

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: