SENDAWAR, Infokubar.id — Upaya pelestarian sumber daya perikanan terus digencarkan di Kutai Barat. Salah satunya melalui kegiatan restocking atau penebaran kembali bibit ikan Jelawat yang digelar di Danau Bahadaq, Kecamatan Tering, pada Selasa (11/11/2025).
Wakil Ketua I DPRD Kutai Barat, Agustinus, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan secara simbolis menebarkan bibit ikan ke perairan danau. Program ini terealisasi melalui pokok pikiran Agustinus di dewan yang dilaksanakan melalui Dinas Perikanan Kutai Barat. Sebanyak 41.300 ekor bibit ikan Jelawat berkualitas dilepaskan untuk memulihkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem akuatik.
Sebagai putra daerah yang tumbuh di bantaran Sungai Kedang Pahu, Agustinus menilai kegiatan ini memiliki makna penting tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
“Program restocking ini merupakan upaya krusial untuk memulihkan populasi ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem akuatik,” ujar Agustinus.
Ia menambahkan, ikan Jelawat merupakan spesies endemik air tawar yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki kandungan gizi yang baik. Karena itu, penebaran dilakukan dengan memilih benih unggul dan memperhatikan kondisi habitat agar pertumbuhannya optimal.
“Diharapkan, program pelestarian sumber daya perikanan ini tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal dan ketahanan pangan di Kutai Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kutai Barat, Berkat David Sinaga, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan DPRD dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam upaya pelestarian sumber daya ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, penurunan populasi ikan di perairan umum menjadi tantangan bersama yang perlu diatasi secara berkelanjutan. Melalui restocking ini, pihaknya berharap dapat secara signifikan meningkatkan stok ikan di perairan.
“Pada akhirnya akan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan setempat,” imbuhnya.
Berkat David juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Harapannya kegiatan ini menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat agar turut aktif menjaga kelestarian lingkungan, terutama dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak seperti setrum atau racun.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program keberlanjutan seperti ini,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)
