SENDAWAR, Infokubar.id — Dominasi SMA Negeri 1 Sendawar di pentas futsal pelajar kembali terbukti. Dalam ajang Festival Futsal Pelajar Kubar–Mahulu Jilid 3, tim futsal SMAN 1 Sendawar tampil konsisten sejak babak awal hingga partai puncak dan memastikan diri keluar sebagai juara dalam pertandingan yang digelar di GOR Desnan, Barong Tongkok, Senin (16/02/2026).
Sepanjang turnamen, SMAN 1 Sendawar menunjukkan permainan kolektif yang solid, disiplin, dan penuh determinasi. Performa stabil dari fase penyisihan hingga final menjadi kunci keberhasilan tim mengamankan trofi utama sekaligus menegaskan status mereka sebagai kekuatan futsal pelajar di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Di babak pamungkas, SMAN 1 Sendawar mengalahkan SMKN 1 Sendawar dalam derbi Melak dengan skor akhir 2-1. Bermain sama kuat hingga akhir babak kedua dengan skor imbang, SMAN 1 Sendawar mampu mencuri 1 gol kemenangan di babak tambahan waktu.
Keberhasilan tim juga dibarengi prestasi individu. Gregorius Attara keluar sebagai Top Scorer dengan torehan sembilan gol, sementara penjaga gawang Kristian Juinsen dinobatkan sebagai Best Goal Keeper berkat penampilan gemilang dan ketenangannya di bawah mistar.
Di balik solidnya performa tim, peran pelatih Aji Indra Gusti Malik atau yang akrab disapa Coach Malik menjadi sorotan. Ia resmi meraih penghargaan Best Coach atas keberhasilannya meracik strategi, membangun mental juara, serta menjaga konsistensi permainan anak asuhnya sepanjang turnamen.
Ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian gemilang timnya, seraya menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar juara bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang ditempa melalui disiplin, kerja keras, dan kekompakan.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya soal menang atau trofi. Ini tentang proses, tentang anak-anak yang mau berlatih lebih keras dari yang lain, mau mendengar, dan mau belajar. Saya selalu tekankan bahwa bakat itu penting, tapi karakter dan kerja keras jauh lebih menentukan,” ujar Coach Malik saat diwawancarai Melak Etam di GOR Desnan, Barong Tongkok.
Menurutnya, kekuatan utama tim tidak hanya terletak pada kemampuan individu para pemain, tetapi juga pada soliditas yang terbangun kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Kami bermain sebagai satu keluarga. Di lapangan, mereka tahu kapan harus menyerang, kapan harus bertahan. Di luar lapangan, mereka saling mendukung. Mental juara itu dibangun dari kebersamaan. Saya bangga karena mereka tidak cepat puas dan selalu haus untuk berkembang,” tambahnya.
Terkait target ke depan, Coach Malik menegaskan bahwa gelar juara ini bukanlah titik akhir. Ia ingin tim tetap rendah hati dan menjaga konsistensi performa demi menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan.
“Gelar ini harus menjadi motivasi, bukan akhir. Tantangan ke depan lebih berat. Kami akan tetap rendah hati, terus berlatih, dan menjaga agar ini menjadi tradisi juara bagi SMAN 1 Sendawar,” tutupnya.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi olahraga. (*)



