Sudah Dikembalikan, Dana Perkara Rasuah Seragam Sekolah 500 Juta Lebih

Pengembalian uang tunai oleh istri tersangka BA melalui Kejari Kubar, Selasa (8/3/2022). (Foto: Istimewa)

SENDAWAR, Infokubar.id – Kerugian negara senilai Rp 500 juta lebih telah dikembalikan oleh tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) pada kasus pengadaan seragam sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat. Dalam siaran persnya pada Selasa (8/3/2022) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat telah menerima uang tunai pengembalian kerugian negara.

Kepala Kejari Kubar, Bayu Pramesti mengatakan uang senilai Rp 404 juta telah dikembalikan oleh istri tersangka BA di kantor Kejari Kubar.

“Kejaksaan Negeri Kutai Barat telah menerima uang tunai pengembalian kerugian keuangan negara sejumlah Rp 404.040.320,50 (empat ratus empat juta empat puluh ribu tiga ratus dua puluh sen) dari keluarga (Istri) tersangka BA dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Pakaian Seragam Anak Sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat TA 2018,” terang Bayu.

Pengembalian tersebut diterima dan dituangkan dalam Berita Acara Penitipan sejumlah Rp404.040.320,50 (empat ratus empat juta empat puluh ribu tiga ratus dua puluh sen) yang disimpan dalam rekening dinas Kejaksaan Negeri Kutai Barat.

Pengembalian juga telah diterima sebelumnya sejumlah Rp 118 juta dari pihak terkait sebanyak lima orang dengan rincian dari HL Rp 50.000.000, NA Rp 20.000.000, RU Rp 10.000.000, MY Rp.10.000.000, AA Rp 25.000.000, dan DS Rp 3.000.000 dengan total Rp 118.000.000.

“Sehingga total kerugian negara sesuai dengan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur dengan nilai Rp 522.040.320,50 (lima ratus dua puluh dua empat puluh ribu tiga ratus dua puluh sen) telah dikembalikan,” terang Bayu.

Bayu pun menegaskan bahwa pengembalian ini tidak menghapus tindak pidana yang dilakukan tersangka sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Namun, akan dijadikan bahan pertimbangan hal-hal yang meringankan dalam proses peradilan,” tutupnya. (tra/man)

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: