Sungai Surut, Logistik Tersendat: Ekti Imanuel Dorong Terobosan Pangan di Mahulu

SAMARINDA, Infokubar.id – Kemarau kembali membawa persoalan serius bagi masyarakat di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Menyusutnya debit Sungai Mahakam membuat distribusi kebutuhan pokok menuju Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari terganggu, hingga berdampak pada kelangkaan sembako di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Fraksi Partai Gerindra di DPRD kabupaten/kota hingga tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Para legislator Gerindra sepakat menghimpun dana secara sukarela untuk membantu masyarakat Mahakam Ulu yang terdampak sulitnya distribusi logistik selama musim kemarau.

Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, mengatakan penggalangan dana tersebut melibatkan anggota DPRD Fraksi Gerindra dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim, termasuk anggota DPRD provinsi.

“Partai Gerindra mengumpulkan dana secara sukarela dari seluruh anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi se-Kalimantan Timur,” kata Ekti usai Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim, Jumat (14/8/2026).

Legislator daerah pemilihan Kutai Barat–Mahakam Ulu itu mengatakan proses pengumpulan dana masih berlangsung. Karena itu, jumlah keseluruhan bantuan yang nantinya disalurkan belum dapat dipastikan.

“Belum terkumpul semua. Jadi nilainya belum tahu berapa. Tapi ini untuk anggota dewan DPRD kabupaten, kota, dan provinsi Fraksi Gerindra,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kutai Barat tersebut.

Menurut Ekti, bantuan nantinya direncanakan diserahkan melalui Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur Seno Aji, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Kaltim.

Mekanisme penyerahannya masih dikoordinasikan, apakah akan disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu atau melalui pengurus DPC Partai Gerindra Mahakam Ulu.

“Nanti mungkin Pak Ketua DPD yang Wakil Gubernur sekarang ini, Pak Seno Aji, akan menyerahkan. Entah itu ke Pemkab Mahakam Ulu atau ke Ketua DPC Partai Gerindra Mahakam Ulu,” katanya.

Sungai Surut, Distribusi Logistik Tersendat

Ekti menjelaskan, persoalan logistik di Mahakam Ulu hampir selalu berkaitan erat dengan kondisi geografis dan perubahan musim.

Saat musim kemarau, debit sungai menurun hingga membuat jalur transportasi air yang selama ini menjadi urat nadi masyarakat pedalaman tidak dapat beroperasi secara optimal.

Dampaknya paling terasa di Long Pahangai dan Long Apari, dua kecamatan yang berada jauh di wilayah hulu Mahakam.

“Memang terkait Kabupaten Mahakam Ulu ini ada dua musim. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini, tentu sembako sangat langka karena air dangkal atau mengecil,” ujarnya.

Menurut Ekti, Long Apari menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan akses paling berat karena posisinya berada di bagian paling ujung Kabupaten Mahakam Ulu.

“Ini dua kecamatan, yaitu Long Apari sama Long Pahangai. Long Apari itu paling ujung,” katanya.

Ketika debit Sungai Mahakam normal, transportasi air menggunakan longboat maupun speedboat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk membawa penumpang dan logistik.

Namun saat kemarau, kondisi sungai yang dangkal membuat moda transportasi tersebut sulit beroperasi.

Ekti menyebut perjalanan dari Long Bagun menuju Long Pahangai melalui jalur darat mencapai sekitar 100 kilometer. Jalur tersebut menjadi alternatif ketika transportasi sungai terganggu, meski kondisi akses darat juga belum sepenuhnya memadai.

“Dari Long Bagun ke Long Pahangai itu jalan darat 100 kilometer. Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat,” ujarnya.

Persoalannya, akses jalan darat menuju kawasan hulu juga masih sulit dilalui.

“Jalan darat juga sangat terisolir masa sekarang ini,” kata Ekti.

Kondisi inilah yang menurutnya menjadi persoalan mendasar. Sebab, sebanyak apa pun bantuan pangan yang tersedia, distribusinya akan tetap sulit apabila akses menuju masyarakat tidak mendukung.

“Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, susah,” tegasnya.

Pemprov Kaltim Siapkan Beras dan LPG

Selain bantuan yang dihimpun melalui Fraksi Gerindra, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur disebut telah mengambil langkah untuk membantu masyarakat Mahakam Ulu.

Ekti mengatakan Gubernur Kaltim telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk menyiapkan bantuan kebutuhan pokok, termasuk beras dan LPG.

“Dari provinsi tentu adalah kebijakan Pak Gubernur untuk membantu Mahakam Ulu. Kemarin beliau sudah menginstruksikan lewat dinas terkait untuk membantu berupa beras dan LPG,” katanya.

Menurut Ekti, koordinasi lanjutan diperlukan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara efektif dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di daerah paling sulit diakses.

“Nanti kita berkoordinasi lagi dengan dinas terkait untuk penyaluran sembakonya yang tepat,” ujarnya.

Dorong Gudang Pangan untuk Wilayah Hulu

Ekti menilai bantuan darurat tetap penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam situasi saat ini. Namun, persoalan distribusi pangan di Mahakam Ulu membutuhkan penyelesaian jangka panjang agar masalah serupa tidak terus berulang setiap musim.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pembangunan atau penguatan gudang pangan di kawasan strategis, terutama untuk menopang kebutuhan masyarakat Long Pahangai dan Long Apari ketika akses transportasi terputus atau terganggu.

Menurut Ekti, kondisi geografis Mahakam Ulu membuat masyarakat menghadapi dua tantangan berbeda sepanjang tahun.

Pada musim hujan, sejumlah kawasan berpotensi terdampak banjir. Sementara ketika musim kemarau tiba, air sungai menyusut sehingga jalur transportasi utama terganggu.

“Karena kalau musim kemarau seperti ini, kalau musim hujan seperti ini, enggak bisa kita minta Mahakam Ulu itu musimnya separuh-separuh. Enggak bisa. Pasti akan kena dampak seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyiapkan terobosan yang lebih permanen, termasuk memastikan adanya cadangan bahan pokok yang cukup sebelum akses menuju wilayah hulu terganggu.

“Harus ada terobosan. Pemerintah Mahakam Ulu juga mempunyai ide-ide ke depan supaya masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari itu tidak terdampak lagi seperti ini,” pungkas Ekti. (man)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke