OLAHRAGA, Infokubar.id — Tim taekwondo Kutai Barat menutup ajang POPDA 2025 di Penajam Paser Utara (PPU) dengan torehan satu perak dan tiga perunggu. Meski belum mencapai target maksimal, performa para atlet dinilai menunjukkan perkembangan signifikan setelah menjalani program latihan intensif selama tiga bulan terakhir.
Pelatih Taekwondo Kutai Barat, Stivan, menjelaskan bahwa persiapan menuju POPDA dilakukan secara terstruktur.
“Untuk POPDA ini kami mulai pemusatan latihan sejak tiga bulan terakhir September–November. Kami berlatih di GOR Desnan Sendawar setiap hari. Selain itu, kami juga melaksanakan try out di Unmul Cup bulan Oktober,” ujarnya.
Di arena pertandingan, atlet Kutai Barat tampil sesuai rencana meski menghadapi lawan-lawan yang datang dengan persiapan matang.
“Selama pertandingan baik kelas 59 Putra dan 63 Putri sudah bermain dengan baik sesuai arahan pelatih, memang tidak dapat dipungkiri bahwa daerah lain juga mempersiapkan diri dengan lebih baik. Hasil ini juga memotivasi kami untuk berlatih lebih giat lagi ke depannya,” kata Stivan.
Ia juga menyoroti kondisi venue yang cukup menyulitkan komunikasi antara pelatih dan atlet. Hal ini diakuinya menjadi tantangan tersendiri baik bagi tim.
“Situasi pertandingan cukup baik meskipun venue yang digunakan tidak cukup luas, sehingga jarak pendukung sangat sempit sehingga suara pelatih harus cukup keras untuk dapat didengar oleh atlet yang bertanding,” ucapnya.
Usai laga, Stivan mengatakan sejumlah catatan teknis langsung dievaluasi untuk persiapan kompetisi berikutnya.
“Secara teknis untuk perbaikan ke depan perlu diperhatikan terkait pemahaman peraturan pertandingan dan juga data fisik atlet,” terang Stivan.
Terkait regenerasi, ia menyebut Taekwondo Kutai Barat kini memiliki fondasi kuat dari berbagai kategori usia.
“Saat ini program regenerasi sudah berjalan sebagaimana mestinya. Kami yakin ke depannya para atlet yang berada di kategori kadet dan pra kadet menjadi penyumbang atlet di kategori junior,” jelasnya.
Hasil Unmul Cup yang menghasilkan lima emas pada kategori kadet dan junior semakin memperkuat optimisme tersebut.
Meski mendapatkan dukungan dari KONI dan Dispora Kutai Barat, kebutuhan sarana latihan masih menjadi perhatian.
“Saat ini Taekwondo Kutai Barat sangat membutuhkan matras standar untuk menunjang latihan harian,” terangnya.
Dalam waktu dekat, tim taekwondo akan menghadapi dua agenda besar. Keduanya di bulan Desember mendatang.
“Terdekat ada Piala Kapolda Jatim di Surabaya 4–7 Desember, serta yang paling penting adalah BK Porprov yang diagendakan di minggu ketiga Desember,” ungkapnya.
Berikut perolehan medali Taekwondo Kutai Barat di POPDA 2025, Perak U-49 Putri: Hana Idelia (SMAN 2 Sendawar), Perunggu U-63 Putri: Chersy Aprilia (SMAN 1 Mook Manor Bulatn), Perunggu U-68 Putri: Nadya Gracea I (SMAN 2 Sendawar), dan Perunggu U-59 Putra: Charisto Januard (SMAN 2 Sendawar). (*)
