SENDAWAR, Infokubar.id – Maraknya isu beras oplosan secara nasional turut menjadi perhatian serius Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kutai Barat. Meski belum ditemukan kasus serupa di daerah, instansi tersebut bergerak cepat dengan menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
Sekretaris Disperindagkop Kubar, Godefridus, menyebut pihaknya terus memantau perkembangan isu ini melalui pemberitaan media dan berharap hal serupa tidak terjadi di Kutai Barat. Ia menegaskan, hingga kini belum ada laporan masyarakat terkait dugaan beras oplosan di wilayah tersebut.
“Mudah-mudahan di daerah kita bisa segera diambil langkah-langkah antisipasi,” ujarnya, Jumat (25/07/2025).
Godefridus menekankan pentingnya pembentukan tim terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan inspeksi lapangan. Hal ini dinilai penting agar pemerintah daerah tidak terlambat merespons.
“Karena dari berita yang kita lihat, praktik oplosan ini cukup rapi dan merugikan konsumen,” jelasnya.
Isu ini mencuat setelah investigasi nasional menemukan 212 merek beras dalam kemasan yang tak memenuhi standar mutu. Ditemukan pula beras kualitas rendah yang dikemas sebagai beras premium, dengan isi yang tidak sesuai label dan berpotensi merugikan masyarakat.
Godefridus mengungkapkan bahwa koordinasi internal dengan kepala dinas dan OPD teknis lainnya akan segera dilakukan. Ia menilai penanganan isu ini tak bisa ditunda, mengingat dampaknya sangat merugikan konsumen bahkan bisa membahayakan kesehatan.
“Jangan sampai kasus ini baru kita tangani setelah kejadian. Dari pemberitaan, ada praktik oplosan yang dijual sebagai beras premium, padahal kualitasnya rendah bahkan berisiko bagi kesehatan. Ini tentu sangat merugikan masyarakat,” pungkasnya. (*)
