Wings Air Mau Layani Rute ke Kubar, Tapi Harus Ada Jaminan Ini

Bupati FX Yapan (kiri) didampingi Wabup Edyanto Arkan (kanan) memimpin rapat koordinasi penerbangan Wings Air di Kantor Bupati Kubar, Rabu (1/2). (Foto: Prokopim Kubar)

SENDAWAR, Infokubar.id – Maskapai Wings Air (Lion Air Group) mengungkapkan minatnya untuk melayani penerbangan Kubar-Balikpapan pergi pulang (PP). Namun, hal itu masih menunggu kesiapan konsumen. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tengah mendorong sejumlah investor untuk turut membeli tiket penerbangan tersebut.

“Wings Air meminta jaminan dana pembelian tiket minimal 100 seat sekali penerbangan atau 50 seat (kursi) ke Kubar dan 50 seat ke Balikpapan. Atau 200 seat, dalam dua kali penerbangan dalam seminggu,” kata Bupati Kubar FX Yapan saat memimpin rapat koordinasi dan sosialisasi penerbangan Wings Air di Kantor Bupati Kubar, Rabu (1/2/2023).

Kepastian dana penjualan tiket ini diminta disetorkan lebih awal ke manajemen Wings Air dengan tenggat waktu 1 bulan atau penjualan tiket 800 seat. Setelah itu, baru dibuka penerbangan perdana dan disusul penerbangan berikutnya.

Dana penjualan tiket selama sebulan ini, kata dia, sebagai langkah awal. Jika nanti peminatnya sudah sesuai target, maka pihak Wings Air tidak perlu lagi ada dana jaminan dari pemerintah.

“Karena mereka (Wings Air) tidak mau merugi jika dipaksakan melakukan penerbangan ini,” tandas Yapan.

Orang nomor satu di Kubar itu menyebut langkah serupa juga telah dilakukan pemerintah di Kabupaten Barito Utara (Kalteng), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kabupaten Tana Toraja (Sulsel).

Selanjutnya Pemkab Kubar masih menunggu kepastian pada pertemuan lanjutan Rabu (8/2) pekan depan. Termasuk membahas hari apa saja penerbangan akan dilakukan.

“Kami berharap kontribusi perusahaan di Kubar mengambil peran mendapatkan porsi penerbangan ini, agar upaya ini terwujud,” harapnya.

Menurutnya, penerbangan ini penting untuk dibuka kembali, apalagi dibandingkan dengan biaya transportasi darat dan sungai lebih mahal dan memakan waktu lama. Jalur darat misalnya, untuk carter roda empat Kubar-Samarinda mencapai Rp 1,5 juta dengan waktu tempuh 10 jam. Bila ke Balikpapan mencapai 12 jam.

Demikian halnya jalur sungai menggunakan speedboat Kubar-Samarinda jugasulit mendapatkan seat. Juga memakan waktu antara 6-7 jam. Lebih lama lagi menggunakan taksi kapal motor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Teknik Operasi Pelayanan dan Keamanan Darurat (TOKPD) Bandara Melalan Aulia Mukti Negara mengatakan, Bandara Melalan sudah siap untuk didarati sejenis pesawat ATR 72. Hal ini pun sudah mendapatkan sertifikat kelayakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Bandara Melalan juga sudah dibuktikan didarati pesawat ATR 72 sudah beberapa kali,” kata Aulia. (*)

Penulis: Fitra Mayca | Editor: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: