SENDAWAR, Infokubar.id – Sebanyak 155 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-51 di Kabupaten Kutai Barat. Mereka akan tersebar di 15 kampung dan 1 kelurahan yang berada di 6 kecamatan, sebagai bagian dari total 3.427 mahasiswa yang secara resmi dilepas untuk mengabdi di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Pelepasan peserta KKN digelar di halaman GOR 27 September, Kampus Unmul Samarinda, Sabtu (12/7/2025). Rektor Unmul, Abdunnur, secara langsung melepas ribuan mahasiswa dalam kegiatan yang menandai dimulainya pengabdian di tengah masyarakat.
Rektor menyampaikan harapan agar para peserta dapat menjaga etika dan nama baik almamater, serta mampu memberikan kontribusi nyata di daerah penempatan. Menurutnya, KKN adalah bagian penting dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“KKN ini adalah wujud nyata penerapan ilmu yang dipelajari di kampus. Kami harap mahasiswa membawa dampak positif, menjaga etika, dan menunjukkan keteladanan,” ujarnya.
Khusus untuk Kutai Barat, para peserta dibagi ke dalam 16 kelompok, terdiri dari 14 kelompok KKN reguler dan 2 kelompok KKN tematik. Masa pelaksanaan KKN berlangsung selama 46 hari, dengan 38 hari efektif di lapangan, mulai 14 Juli hingga 20 Agustus 2025.
Plt. Asisten I Setdakab Kutai Barat, Erik Victory, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten dalam kegiatan pelepasan dan serah terima tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Unmul yang kembali menempatkan mahasiswa di wilayah Kutai Barat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN. Ini sejalan dengan upaya membangun kampung dan menciptakan desa mandiri. Mahasiswa membawa ilmu, empati sosial, dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Setelah ini, Pemkab Kutai Barat akan menerima seluruh peserta KKN sekaligus serah terima resmi di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, pada Senin (14/07/2025).
Selain itu, Rektor Unmul juga menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam mendorong peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM). Salah satu targetnya adalah pembuatan video profil desa yang menampilkan potensi unggulan masing-masing wilayah. Video terbaik akan mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, program KKN ini diharapkan menjadi bagian integral dari upaya percepatan pembangunan desa serta mencetak lulusan yang peka terhadap kebutuhan masyarakat. (*)



