ABK Ditemukan Tak Bernyawa, Kapten Tugboat Bahar 79 Masih Dicari

Kapolres didampingi Kasatpolair memimpin upaya pencarian korban tenggelam tugboat Bahar 79. (Foto: Istimewa)

SENDAWAR, Infokubar.id – Seorang anak buah kapal (ABK) atas nama Noldi ditemukan tak bernyawa, Senin (21/11/2022) sekira pukul 17.40 wita. Sementara Fredy, kapten tugboat belum kunjung ditemukan.

Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman ikut turun ke lokasi memimpin langsung evakuasi korban. Untuk menarik lambung tugboat ke tepi Sungai Mahakam, dikerahkan 3 unit excavator dan 3 tugboat milik beberapa perusahaan. 

Untuk pencarian korban yang diduga terkurung di dalam lambung kapal, tim SAR terpaksa menjebol lambung bagian dengan menggunakan las karbit. Melalui lubang seukuran badan manusia itulah, dikerahkan penyelam yang masuk ke dalam lambung tugboat bagian depan. 

 “Waktu menyelam pertama tidak ditemukan. Setelah kedua kalinya baru korban atas nama Noldi ditemukan,” kata Heri. 

Diduga Noldi sempat berupaya menyelamatkan diri, tetapi karena terjebak di dalam kamar tugboat sehingga tidak bisa keluar.

“Waktu jenazahnya ditemukan langsung dibawa ke RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS). Kondisi korban masih merah badannya. Kayaknya baru saja meninggal dunia karena terkurung di dalam lambung tugboat,” terangnya.

Untuk diketahui, tugboat Bahar 79 tersebut berawak 10 orang. Terdiri seorang kapten, 7 orang ABK yakni Joshua, Ever, Syam Balansoa, Samuel, Renaldi, Pandu, dan Noldi serta dua orang mekanik.

Menurut keterangan Samuel, berawal posisi lambung tugboat Bahar 79 miring pada bagian belakang. Disebabkan, banyak air yang masuk tanpa diketahui sebelumnya. Upaya mengeluarkan air dilakukan Samuel dibantu Ever dan Renaldi menggunakan pompa celup.

Selang 15 menit kemudian, justru posisi lambung tugboat malah semakin miring. Diduga lambung tugboat bocor lebih besar, sehingga air lebih cepat masuk ketimbang yang dipompa. Karena tidak mampu dipompa, Samuel memerintahkan Joshua untuk menghidupkan mesin tugboat. 

Di samping itu, ia membangunkan kapten Fredy untuk segera menakhodai tugboat menepi ke pinggir Sungai Mahakam. Meski sudah menepi, namun posisi lambung bagian belakang tugboat sudah tenggelam ke dasar Sungai Mahakam.

Saat itulah, Joshua loncat ke tepi Sungai Mahakam untuk menyelamatkan diri. Sembari berteriak dengan semua rekannya untuk menyelamatkan diri masing-masing. Usai berkumpul di tepi Sungai Mahakam, baru diketahui kapten Tugboat Bahar 79, Fredy dan Noldi tak kunjung terlihat. Padahal saat itu, kondisi Noldi sedang sakit dan beristirahat di dalam kamar tugboat. (*)

Penulis: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: