SENDAWAR, Infokubar.id – Seekor kambing bernama Satria, gagah dan berpostur unggul, berhasil merebut tahta sebagai jawara dalam kontes ternak kambing yang digelar di lahan demplot teknologi PEDA XI Provinsi Kalimantan Timur, tepat di belakang Politeknik Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Minggu (22/6/2025).
Ajang ini menjadi panggung perdana bagi 11 kambing unggulan dari berbagai jenis yang dibesarkan oleh tangan-tangan ulet peternak lokal Kutai Barat. Tak hanya sekadar perlombaan, kontes ini merupakan cermin kemajuan dunia peternakan daerah yang selama ini jarang tersorot.
“Senang dan bangga tentunya, karena kontes ini sudah ditunggu lama. Saya optimis bisa jadi juara, apalagi ini perdana,” ungkap Sunarto, pemilik Satria, peternak asal Kampung Sumber Sari yang telah membudidayakan sekitar 80 ekor kambing di peternakannya.
Sunarto berharap kontes seperti ini dapat terus digelar secara rutin oleh Dinas Pertanian. Menurutnya, kontes bukan hanya ajang prestise semaya, tapi juga edukasi bagi masyarakat agar lebih mengenal potensi kambing sebagai komoditas unggulan, bukan sekadar hewan potong.
“Kami bukan cuma hobi, dengan adanya kontes, harga ternak juga bisa naik. Masyarakat pun jadi tahu bahwa kambing itu ada banyak jenisnya,” ujarnya.

Kontes kambing ini menjadi yang pertama kalinya digelar di Kutai Barat dan bahkan satu-satunya sejauh ini di Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Akmal Fauzan Setiawan, juri kontes dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim.
“Antusias peternak cukup tinggi, dengan kondisi kambing yang bagus-bagus dan jenis yang beragam,” ucapnya.
Akmal menambahkan, penilaian dilakukan berdasarkan performa fisik dan kemurnian ras. Bahkan kambing dengan tampilan prima bisa saja kehilangan poin bila tak sesuai dengan galur rasnya.
“Kita juga lakukan edukasi dan konseling ke peternak, bahwa kambing bagus jangan asal disilangkan agar rasnya tetap terjaga. Ke depan bisa dibagi per kelas sesuai jenis,” tambahnya.
Lebih dari sekadar lomba, kontes ini diyakini menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam mendukung swasembada pangan berbasis protein hewani. Dengan semangat peternak yang terus tumbuh, kualitas kambing lokal diharapkan bisa bersaing secara nasional.
Beberapa jenis kambing lain yang turut ambil bagian di antaranya Jawarandu, Savira Crossboer, dan Peranakan Etawa (PE). Dinas Pertanian Kutai Barat sendiri berencana menggelar kontes lanjutan pada Maret-April 2026, dengan harapan peserta lebih banyak dan edukasi masyarakat kian meluas. (Adv/Diskominfo Kubar)



