SAMARINDA, Infokubar.id — Banjir bandang yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Sumatera turutu mendapat sorotan dari Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nurhadi Saputra. Ia menilai musibah ini sebagai peringatan serius terkait dampak deforestasi dan pembukaan lahan yang tidak terkendali.
“Jika kita meninjau kembali, memang ada pernyataan dari Presiden dan Bapak Prabowo yang menyebut bahwa deforestasi merupakan hal yang biasa terjadi,” ujar Nurhadi, Kamis (4/12/2025).
Namun, politisi PPP tersebut menegaskan bahwa banjir bandang di Sumatera menunjukkan pandangan itu keliru. Alam memberikan sinyal peringatan yang tegas, dengan arus banjir membawa tidak hanya air dalam jumlah besar, tetapi juga kayu gelondongan yang menandakan pembalakan liar telah sangat masif.
“Meskipun kayu tersebut dikatakan sudah lapuk dan tidak memiliki nilai guna, hal ini tetap menandakan bahwa kegiatan pembalakan liar di daerah tersebut sudah sangat masif. Ini adalah peringatan yang harus kita jadikan pelajaran di Kaltim,” lanjut Nurhadi.
Ia mengingatkan Kalimantan Timur untuk lebih berhati-hati dalam membuka lahan, khususnya untuk perkebunan sawit, agar bencana serupa tidak terjadi di Bumi Etam.
Komisi II DPRD Kaltim juga berencana menggelar komunikasi dan hearing dengan dinas terkait, seperti Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan, untuk membahas langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan.
“Setelah urusan anggaran selesai, kami berencana mengajak rekan-rekan di Komisi II untuk melakukan hearing guna membahas langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil,” jelasnya.
Nurhadi menekankan bahwa kelestarian lingkungan harus dijaga secara konsisten, dan pengelolaan lahan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap langkah-langkah pencegahan dapat segera diimplementasikan agar Kalimantan Timur terhindar dari risiko bencana serupa. (Adv/DPRD Kaltim)
