BI dan OJK Perkuat UMKM Kutai Barat, Akses Permodalan hingga Literasi Keuangan Jadi Fokus

SENDAWAR, Infokubar.id – Upaya memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Barat tidak lagi hanya berfokus pada bantuan permodalan. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mendorong penguatan kapasitas usaha melalui akses pembiayaan, literasi keuangan, hingga pembenahan tata kelola administrasi usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Business Matching, Edukasi Keuangan, Layanan Desk SLIK-OJK, dan Pelatihan Aplikasi SIAPIK Bank Indonesia yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kutai Barat, Barong Tongkok, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan, membangun kemitraan dengan lembaga keuangan, sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola usaha secara profesional.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setkab Kutai Barat Ali Sadikin mengatakan, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan mengakses pembiayaan dan mengelola keuangan secara baik.

Menurutnya, Business Matching menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan maupun calon investor sehingga peluang pengembangan usaha semakin terbuka.

“Melalui agenda ini diharapkan UMKM mampu memperluas jaringan pasar sehingga produk-produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Bayuadi Hardiyanto serta Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Yulianta.

Selain sesi Business Matching, para pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat, sekaligus menghindari praktik investasi ilegal maupun pinjaman online ilegal.

Sebagai bentuk layanan langsung kepada masyarakat, OJK juga membuka Desk SLIK yang memungkinkan pelaku usaha mengecek riwayat kredit secara resmi. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan penting bagi pelaku usaha sebelum mengajukan pembiayaan ke lembaga perbankan.

Di sisi lain, Bank Indonesia memperkenalkan aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan). Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu UMKM menyusun pencatatan keuangan secara sederhana, tertib, dan sesuai kebutuhan usaha.

Laporan keuangan yang tersusun dengan baik dinilai akan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dalam menilai kelayakan usaha, sehingga peluang memperoleh modal usaha juga semakin besar.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap sinergi bersama Bank Indonesia dan OJK dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda strategis ini. Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat usahanya sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjadikan UMKM Tanaa Purai Ngeriman semakin maju dan naik kelas,” tutup Ali Sadikin membacakan sambutan Bupati. (yan/adv/diskominfo kubar)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke