InfoKubar

Dari Panggung Harmoni Talenta, Kepala Kampung Linggang Bangun Sari Canangkan Pendirian Madrasah Ibtidaiyah

SENDAWAR, Infokubar.id — Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Pendopo Masjid Al Muhajirin, Kampung Linggang Bangun Sari, Senin malam, 29 Juni 2026. Satu per satu anak-anak TPA Al-Manar tampil percaya diri membacakan pidato, melantunkan azan, hingga memamerkan karya kaligrafi. Penutupan Harmoni Talenta TPA Al-Manar yang digelar selama empat hari itu bukan sekadar panggung perlombaan, melainkan penanda arah baru pembangunan pendidikan keagamaan di kampung tersebut.

Di hadapan masyarakat, tokoh agama, dan para orang tua, Kepala Kampung Linggang Bangun Sari, H. Sulaiman, menyampaikan target yang kini menjadi prioritas pemerintah kampung: menghadirkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar anak-anak memperoleh akses pendidikan agama yang lebih baik tanpa harus keluar kampung.

Menurut Sulaiman, pembangunan kampung tidak cukup diukur dari berdirinya infrastruktur fisik. Kemajuan juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan sejak usia dini.

“Kami sudah memulai dengan membangun taman kanak-kanak. Insyaallah, tahap berikutnya kami mengupayakan berdirinya Madrasah Ibtidaiyah di Kampung Linggang Bangun Sari agar pendidikan agama anak-anak semakin kuat,” ujarnya.

Komitmen itu, kata dia, telah diwujudkan melalui pengalokasian sebagian dana desa untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan. Pemerintah kampung menilai investasi terbesar bagi masa depan adalah mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus akhlak yang baik.

Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dipilih bukan tanpa alasan. Pemerintah kampung ingin menjadikan peringatan tahun baru sebagai titik awal memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Sulaiman mengaku optimistis cita-cita tersebut dapat terwujud. Ia melihat semakin banyak putra-putri Linggang Bangun Sari yang melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun perguruan tinggi. Kondisi itu dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi penerus pembangunan kampung.

“Saya sangat terharu melihat anak-anak kita yang mondok dan kuliah. Mudah-mudahan mereka kembali menjadi penerus yang mampu membimbing masyarakat dan membawa Kampung Linggang Bangun Sari semakin maju dengan bekal ilmu agama dan wawasan yang luas,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung rencana pendirian Madrasah Ibtidaiyah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah kampung, tokoh agama, dan masyarakat.

“Sebagian dana desa telah kami sisihkan untuk pembangunan dan pendidikan. Kami mohon doa serta dukungan masyarakat agar rencana ini dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita di masa mendatang,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan Harmoni Talenta TPA Al-Manar, puluhan santri mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari azan, kaligrafi, mewarnai, cerdas cermat, pidato, hingga fashion show Islami. Namun lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan itu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus simbol keseriusan Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Bagi pemerintah kampung, panggung Harmoni Talenta bukan akhir dari sebuah perayaan Tahun Baru Islam. Dari panggung sederhana itulah lahir tekad membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia melalui penguatan pendidikan keagamaan sebagai fondasi masa depan kampung. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan ke
Exit mobile version