SENDAWAR, Infokubar.id — Jarak yang pendek belum tentu mudah ditempuh. Bagi warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, akses menuju ibu kota Kabupaten Kutai Barat masih bergantung pada jalur yang memutar melalui Jalan Trans Kalimantan. Kondisi itu membuat pembangunan jalan poros tengah kembali mengemuka sebagai kebutuhan yang dinilai mendesak.
Petinggi Muara Beloan, Rudy Suhartono, mengatakan pemerintah kampung telah melakukan survei awal terhadap rencana pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Muara Beloan dengan Kampung Gunung Bayan. Jalur tersebut diperkirakan hanya memiliki panjang sekitar empat hingga lima kilometer, namun diyakini mampu memangkas waktu tempuh masyarakat menuju Sendawar.
“Kalau ditarik garis, jaraknya sekitar empat sampai lima kilometer dari Muara Beloan menuju Gunung Bayan,” kata Rudy.
Menurut dia, terbukanya akses tersebut tidak hanya akan memperlancar mobilitas warga Muara Pahu dan Penyinggahan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian tengah Kutai Barat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan.
Gagasan pembangunan jalan itu turut mendapat dukungan mantan Bupati Kutai Barat, Ismail Thomas. Dalam pertemuannya dengan Rudy Suhartono, ia menilai pembangunan akses darat dari Muara Beloan menuju Muara Pahu merupakan solusi untuk mempersingkat perjalanan masyarakat menuju Sendawar.
“Kalau dibangun jalan dari Muara Beloan ke Muara Pahu, warga Penyinggahan dan Muara Pahu tidak perlu lagi memutar melalui Jalan Trans Kalimantan di Muara Tae,” ujarnya.
Meski demikian, pembangunan jalan tersebut masih menghadapi tantangan berupa dua sungai yang harus dilintasi, yakni Sungai Beloan dan Sungai Kedang Pahu. Rudy menilai kendala itu dapat diatasi secara bertahap sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kampung Muara Beloan mengusulkan penyediaan feri penyeberangan yang dikelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Skema serupa juga diharapkan dapat diterapkan di sisi Kampung Gunung Bayan untuk penyeberangan Sungai Kedang Pahu.
Di sisi lain, usulan tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur dan membuka keterisolasian antarwilayah. Pembangunan jalan penghubung Muara Beloan–Gunung Bayan dipandang bukan sekadar menghadirkan akses baru, melainkan menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas kawasan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah hulu.
Harapan itu kini bergantung pada dukungan pemerintah daerah untuk memasukkan pembangunan jalan poros tengah sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur, sehingga konektivitas yang selama ini diimpikan masyarakat dapat terwujud secara bertahap. (Adv/Diskominfo Kubar)
Petinggi Muara Beloan Dorong Jalan Poros Tengah, Percepat Konektivitas Antarwilayah
