Delapan Komisi Terbentuk, MUI Kubar Larang Aliran Sesat

  • Bagikan
Dewan pengurus MUI Kubar (Dok. Infokubar)

SENDAWAR, Infokubar.id – Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mempunyai program dalam pengawasan dan pembinaan faham keagamaan terlarang baik yang ekstrim maupun yang liberal.

“Seperti kita ketahui bersama aliran keagamaan yang sesat seperti Ahmadiyah dan ormas agama yang dilarang seperti HTI, FPI dan lain sebagainya,” tegas Asrori, Ketua MUI Kubar.

Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat pembentukan anggota komisi dewan pimpinan MUI di Sekretariat MUI Kubar di kompleks Islamic Center, Kecamatan Melak, pada Rabu (22/9/2021) malam.

Dari hasil rapat tersebut, terbentuklah delapan komisi yang terdiri dari komisi fatwa, komisi hubungan ulama dan umaro, komisi ukhuwah islamiyah dan hubungan umat beragama, komisi dakwah dan pemberdayaan masyarakat, komisi pendidikan, kaderisasi dan pembinaan seni budaya, komisi pemberdayaan ekonomi, komisi perempuan remaja dan keluarga, serta komisi informatika dan komunikasi.

Dia menyampakan, tujuan dibentuknya komisi organisasi ini adalah agar roda organisasi bisa menyasar manfaatnya di semua aspek kehidupan masyarakat muslim dalam beragama, berbangsa dan bernegara.

Dijelaskannya, program lainnya ialah upaya untuk menangkal kenakalan remaja baik itu narkoba, hubungan bebas di kalangan remaja dengan mengadakan seminar bersama polres, kodim dan juga tokoh agama, serta program pembinaan mualaf yang bekerjasama dengan MUI provinsi.

“Kita menempatkan dai muda di Kecamatan Tering untuk membina mualaf,” tuturnya.

Ia menuturkan, sasaran dari MUI memberi bimbingan terhadap masyarakat muslim Kubar pentingnya untuk hidup rukun damai menjaga keberagaman, kemajemukan lewat safari ramadhan dan lewat penyampaian materi kutbah Jumat.

“Kita juga sudah melaksanakan pelatihan fardhu kifayah di Kecamatan Mook Manaar Bulant,” ujarnya.

Untuk perbaikan ke dalam internal, MUI membentuk komisi-komisi, mulai dari pengurus MUI kecamatan meskipun masih ada tiga kecamatan yang belum ada pengurusnya, yaitu di Kecamatan Melak, Muara Pahu, dan Bentian Besar.

“Kita sudah membentuk 8 komisi yang InsyaAllah kita lantik bersamaan dengan rapat kerja di bulan Oktober nanti,” katanya.

Asrori mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Pemkab Kubar yang telah memberi dukungan pendanaan dari APBD Kubar dan semua masyarakat muslim yang sudah memberi dukungan moril maupun materiil kepada MUI Kubar.

“Ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan kita semua, semoga bermanfaat,” tutupnya. (tra/man)

Bagikan ke
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: