Dituding Jadi Biang Kerusakan Jalan, Dua Ormas Cegat Ratusan Truk Terpal

Truk terpal berisi batubara ilegal melintas di simpang PLN, Kelurahan Melak Ulu. (Foto: infokubar.id/Lukman)

SENDAWAR, Infokubar.id – Semakin maraknya aktivitas angkutan hauling tambang batubara melintas di jalan umum membuat masyarakat geram. Dampaknya selain debu yang mengganggu pernapasan juga makin rusaknya kondisi jalan di banyak ruas ibukota.

Dua ormas yakni LPADKT-KU dan Gepak Kutai Barat bertindak dengan aksi mencegat lalu menahan truk bertutup terpal . Pasalnya angkutan batu bara tersebut mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak tanpa adanya kepedulian saat melintas jalur dua simpang Mentiwan-PLTD Sendawar, Sabtu (3/6/2023).

Ketua Ormas LPADKT-KU Cabang Kubar, Mulyati mengatakan maraknya kegiatan hauling atau pengangkutan batuara yang dilakukan sejumlah perusahaan pertambangan batubara yang diduga ilegal itu melintasi jalan umum.

“Keluhannya atas dampak dari kegiatan tersebut telah merusak sejumlah ruas jalan dan menganggu arus lalu lintas, sehingga sangat merugikan dan berpotensi terjadinya konflik antara masyarakat dan pengguna jalan,” ungkap Mulyati kepada media ini di lokasi aksi.

Mulyati menegaskan, meski siang dan malam truk-truk bermuatan batubara ilegal diketahui bebas melintas menggunakan jalan negara dan jalan kabupaten. Sehingga kedua ormas ini, mengarahkan truk batubara ini melintas di jalan umum.

Mereka diarahkan untuk parkir di jalan jalur dua arah PLTD Sendawar. Tertahan beberapa jam, lebih dari seratus truk terpal itu akhirnya dilepaskan dan melanjutkan perjalanan ke stockpile di sepanjang pesisir sungai kawasan pelabuhan Royoq sampai Sendawar.

“Sedikitnya 100 truk bermuatan batubara yang sempat ditahan. Namun entah apa yang terjadi, karena sekitar pukul 16.30 Wita, truk-truk koridoran ini lepas dan jalan kembali. Mungkin ada oknum yang terlibat dalam pelaku usaha ini,” tandasnya.

Oleh karena itu, Mulyati berujar dalam waktu dekat akan mendatangi Kapolri untuk bercerita terkait maraknya hauling tambang ilegal menggunakan jalan umum di Kubar.

Warga RT 30 Kelurahan Melak Ulu yang ditemui wartawan di sekitar lokasi aksi juga menyampaikan keresahannya. Tak jarang truk koridoran ini sampai mengambil jalur lain berlawanan arah sehingga membahayakan pengguna jalan. Hal itu lantaran jalur kiri arah simpang tiga Melak Ulu sudah rusak parah.

“Untuk koridor, jangan cari jalan yang enak untuk di jalur dua arah Mentiwan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fitra Mayca | Editor: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: