Eks Petinggi Linggang Marimun Divonis 4 Tahun, Kejari Kubar Akan Ajukan Banding

SENDAWAR, Infokubar.id – Mantan Petinggi Linggang Marimun, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, DH harus mendekam di balik jeruji besi selama empat tahun. Putusan itu diketahui setelah palu hakim Pengadilan Tipikor Samarinda memvonis terdakwa dalam sidang putusan pada Senin (9/10/2023).

Majelis hakim menyatakan terdakwa DH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana desa di Kampung Linggang Marimun periode 2017 hingga 2019. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta dan mengganti kerugian negara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dahlia Hartati oleh karena itu dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan,” demikian bunyi putusan dikutip dari situs SIPP PN Samarinda.

Majelis hakim juga menghukum DH membayar kerugian negara Rp 809 juta atau diganti dengan kurungan satu tahun penjara. Sebagaimana tertuang dalam amar Putusan Nomor: 32/Pid.Sus-TPK/2023/PN Smr.

“Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut. Apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun,” ujar majelis.

Sementara, Kejari Kubar menyatakan akan mengajukan banding lantaran vonis hakim hanya separuh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 8 tahun.

Menanggapi putusan itu, Kejaksaan Negeri (Kajari) Kubar Bayu Pramesti menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim. Vonis tersebut terpaut setengah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 8 tahun penjara.

“Rencananya JPU akan nyatakan banding,” kata Bayu kemarin.

Diketahui, kasus ini diusut Unit Tipikor Polres Kubar dan menyeret mantan petinggi Linggang Marimun beserta anak buahnya. Mereka bersekongkol menggelapkan dana desa tahun 2017–2019 sebesar Rp 809 juta.

DH sudah ditahan sejak Juni lalu di rumah tahanan Polres Kubar. Tidak sendiri, polisi juga telah menetapkan tiga orang tersangka baru, mantan bendahara, sekretaris desa dan tim pelaksana kegiatan. Ketiganya sudah ditahan polisi sejak Agustus lalu. (*)

Penulis: Fitra Mayca | Editor: Lukman Hakim

Facebook Comments Box
Bagikan ke
Pasang Iklanmu
%d blogger menyukai ini: