Forum TBM Kutai Barat Resmi Bentuk Pengurus Periode 2026–2030, Fokus Penguatan Literasi Daerah

SENDAWAR, Infokubar.id — Upaya memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Kutai Barat memasuki fase baru. Melalui forum musyawarah yang berlangsung terbuka dan demokratis, kepengurusan Forum TBM Kabupaten Kutai Barat periode 2026–2030 resmi terbentuk dan disepakati secara aklamasi oleh para pegiat literasi daerah.

Pembentukan pengurus tersebut mendapatkan dukungan penuh dari 10 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) aktif se-Kutai Barat. Proses musyawarah turut disaksikan langsung oleh Ketua Forum TBM Kalimantan Timur Rahmad Azazi Rhomantoro, Kabid SDM Forum TBM Kalimantan Timur M Arief Affandi, Ketua Tim Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Nurbety, serta Aminudin Rifai. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kutai Barat, Barong Tongkok, Minggu (15/2/2026).

Terbentuknya kepengurusan baru ini menjadi momentum konsolidasi gerakan literasi di Bumi Tana Purai Ngeriman. Para pegiat sepakat untuk bergerak dalam satu wadah yang lebih terstruktur guna mendorong penguatan budaya baca dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Berdasarkan hasil kesepakatan tim formatur, struktur inti kepengurusan Forum TBM Kabupaten Kutai Barat periode 2026–2030 terdiri dari Ketua Bangkit Darmawan, Wakil Ketua Agustina Prima Deni, dan Sekretaris Rahmayana.

Sementara itu, dukungan aklamasi datang dari 10 TBM yang berkomitmen aktif mendukung jalannya organisasi, yakni Komunitas Pelitaku, TBM Takaq Sentawar, Forum Literasi Milenial, TBM Education Magnity, TBM Lumbung Ilmu, PKBM Swalas Gunaq, TBM Cahaya Aksara SKB Kutai Barat, Cendikia Fun Literasi, TBM Pena Nusantara, serta Ruang Literasi Rids Coffee.

Ketua terpilih Bangkit Darmawan menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan akan difokuskan pada konsolidasi internal dan pemetaan kondisi TBM di seluruh wilayah Kutai Barat, termasuk aspek kelembagaan, program kegiatan, hingga kebutuhan pengelola di lapangan.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan arah pembinaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, serta diharapkan dapat mempercepat peningkatan indeks literasi masyarakat, selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang ditekankan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Ke depan, Forum TBM Kutai Barat juga akan menyusun standar minimal program literasi yang dapat diterapkan secara bertahap di setiap TBM. Selain itu, satu program unggulan tingkat kabupaten tengah dirancang dengan penekanan pada literasi kritis dan penguatan kapasitas generasi muda.

Pengurus Forum TBM Kutai Barat turut membuka ruang kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah serta sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dispora, Diskominfo, DPMK, hingga TP PKK Kabupaten Kutai Barat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menyinergikan program, memperkuat dukungan kebijakan, serta mengoptimalkan sumber daya literasi di daerah.

“Lebih lanjut berbagai kegiatan literasi dapat dipantau melalui akun instagram Forum TBM Kutai Barat,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box
Matahari Komputer
Bagikan ke