SAMARINDA, Infokubar.id — Usai operasi gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur di sejumlah titik rawan penyakit masyarakat (pekat) di Kota Samarinda, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menekankan pentingnya pelaksanaan razia secara rutin disertai pembinaan berkelanjutan.
Menurut Fuad, penindakan saja tidak cukup. Individu yang terjaring razia memerlukan pendampingan agar tidak kembali melakukan pelanggaran serupa.
“Satpol PP dan pemerintah daerah harus terus melakukan razia, sekaligus memastikan adanya pembinaan,” ujar Fuad, Rabu (10/12/2025).
Ia juga menekankan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi sebagai peringatan dini. Dukungan warga dinilai dapat membantu aparat bertindak cepat sekaligus menyesuaikan strategi penanganan di lapangan.
“Konsistensi razia menunjukkan keseriusan pemerintah. Pembinaan juga harus ditingkatkan supaya masyarakat mengetahui bahwa aktivitas seperti itu tidak dibenarkan,” tegasnya.
Penyakit masyarakat meliputi tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, agama, sosial, maupun adat, termasuk perjudian, prostitusi, peredaran minuman keras ilegal, narkoba, pornografi, dan aksi premanisme.
Operasi penindakan biasanya dilakukan secara gabungan antara Satpol PP, TNI, dan kepolisian untuk menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. (Adv/DPRD Kaltim)



