SENDAWAR, Infokubar.id — Modus penipuan menggunakan resi transfer palsu mulai meresahkan kalangan pelaku usaha di Kabupaten Kutai Barat. Para pengusaha diminta lebih teliti dan tidak terburu-buru menerima bukti transaksi tanpa memastikan dana benar-benar masuk ke rekening.
Peringatan itu disampaikan Dwi, seorang pengusaha penjualan barang rumah tangga dan jasa titip yang beralamat di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok kepada infokubar.id. Ia mengaku prihatin karena sudah banyak pelaku usaha yang menjadi korban akibat kurang teliti memeriksa bukti pembayaran dari pembeli.
Menurutnya, pelaku penipuan biasanya mengirimkan bukti transfer atau resi yang telah diedit sedemikian rupa sehingga tampak meyakinkan. Jika dilihat sekilas, nominal maupun tanggal transaksi terlihat sesuai.
“Kalau diperhatikan benar-benar sebenarnya kelihatan, tapi kadang karena karyawan teledor atau sedang sibuk, jadi terlihat seolah cocok padahal tidak,” ujar Dwi, Selasa (28/04/2026).
Ia menegaskan, langkah paling aman adalah selalu melakukan pengecekan langsung ke rekening atau mutasi bank sebelum menyerahkan barang kepada pembeli.
“Intinya harus cross check dulu, benar dana sudah masuk atau belum. Jangan hanya percaya dari screenshot resi,” katanya.
Dwi juga mengingatkan, jika kesalahan dilakukan karyawan, bukan tidak mungkin kerugian akhirnya harus ditanggung pemilik usaha. Karena itu, ia berharap informasi ini dapat disebarluaskan agar para pelaku usaha di Kutai Barat lebih waspada.
“Saya minta tolong dibagikan sebagai pengingat untuk semua yang punya usaha supaya lebih hati-hati saat menerima transaksi,” pungkasnya. (*)
